OPINI

PRODUKTIVITAS KERJA SAAT WORK FORM HOME

×

PRODUKTIVITAS KERJA SAAT WORK FORM HOME

Sebarkan artikel ini
Adianto, Mahasiswa Prodi Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang

Produktivitas Kerja Saat Work Form Home (WFH)

Oleh : Adianto Mahasiswa Prodi Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang


AKHIR bulan Desember tahun 2019 adalah awal dari sebuah wabah yang terjadi di Indonesia. Semua itu dikarenakan timbulnya virus yang dikenal dengan Covid-19. Awal mula timbulnya wabah ini berasal dari negara China, tepatnya di Kota Wuhan yang berasal dari sekelompok kasus pneumonia manusia.

Gejala dari virus ini meliputi demam, malaise, batuk kering, dan dispnea yang didiagnosis sebagai gejala infeksi virus pneumonia. Kemudia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sementara menamai virus baru 2019 dengan nama Novel Coronavirus (2019-nCoV) Pada Januari 2020 dan kemudian secara resmi mengubahnya menjadi penyakit Corona Virus 2019 (COVID-19) Pada 12 Februari 2020.

Di Indonesia sendiri awal mulanya kasus Virus Corona (Covid-19) pada hari Selasa tanggal 2 Maret 2021. Kasus tersebut terdeteksi positif pada warga Jawa Barat tepatnya di Kota Depok yaitu 2 orang yang mana 2 orang tersebut berhubungan atau kontak langsung dengan warga negara Jepang.

Seiring dengan berjalannya watu dan semakin bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia dan dibeberapa daerah juga terkena imbas dari virus tersebut. Sehingga demi kelancaran pelayanan dan meminimalisasi penyebaran virus corona khususnya di instansi pemerintahan, tepat pada tanggal 15 Maret 2020 Presiden Joko Widodo melalui Konferensi Pers menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah dan bekerja dari rumah (Work Form Home).

Istilah kerja jarak jauh pertama kali dicetuskan oleh Norbert Wiener dalam bukunya yang berjudul Human Cybernetics and Social Use of Humans yang terbit pada tahun 1950. Kemudian pada tahun 1974, muncul istilah telecommute yang pertama kali digunakan dalam laporan penelitian University of Southern California. Penelitian yang didanai National Science Foundation ini dilakukan dengan berfokus pada proyek mengurangi waktu perjalanan yang dihabiskan oleh para pekerja saat pergi dan pulang kerja.

Baca Juga:  Kritik Sastra dalam Novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy

Sutrisna  (2009)  dalam Simarmata  (2020) memberikan  penjelasan bahwa  produktivitas adalah merupakan keterkaitan antara input dan output produktivitas  menjadi  sesuatu  yang krusial  karena  menumbuhkan harapan  untuk ketercapaian target kerja yang telah ditetapkan secara efisien. Menurut Crosbie & Moore (2004), bekerja dari rumah berarti pekerjaan berbayar yang dilakukan terutama dari rumah (minimal 20 jam per minggu).

Bekerja dari rumah akan memberikan waktu yang fleksibel bagi pekerja untuk memberikan keseimbangan hidup bagi karyawan. Tuntutan produktivitas karyawan pada masa Covid 19 sangat penting agar semua pekerjaan yang diberikan bisa terlaksana seperti biasanya dan tanpa mengurangi tingkat produktivitasnya. Sukses tidaknya penerapan Work From Home kembali ke kesadaran karyawan.

Perusahaan mungkin sudah menaruh kepercayaan pada karyawannya untuk tetap produktif meski bekerja diluar pengawasan langsung. Namun ada kekhawatiran kalau karyawan bisa saja memakai waktu kerjanya untuk hal-hal diluar pekerjaan yang bisa menurunkan nilai produktivitas.

Maka dari itu untuk menjaga produktivitas kerja perlu beberapa cara kerja yang harus dimanfaatkan agar pekerjaan bisa dilaksanakan secara fleksibel.

Pertama, memanfaatkan penggunaan teknologi secara maksimal seperti video conferencing, team management platform agar memudahkan berinteraksi dengan tim kerja lainnya dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kedua, secara aktif melaporkan progres dan hasil pekerjaan yang dilakukan dalam jam kerja.

Ketiga, working space atau tempat kerja yaitu dengan menyiapkan tempat untuk bekerja yang nyaman di rumah agar bisa fokus dengan pekerjaan yang diberikan.

Keempat, terapkan teknik pomodoro yaitu, siapkan pekerjaan yang harus diselesaikan, atur alaram di handpone selama 25 menit, lakukan pekerjaan seperti biasa, berhenti dan ambil istirahat 5 menit bila alaram sudah berbunyi, setelah 5 menit, lanjutkan kembali pekerjaanmu dan atur alaram lagi selama 25 menit.

Baca Juga:  Mengungkap Fakta Kebiasaan Cara Makan Teripang Pasir dan Teripang Getah di Kota Batam

Jika dilakukan secara rutin dan penuh tanggungjawab maka produktivitas akan tetap terjaga selama Work Form Home.


  • Penulis : Adianto
  • Mahasiswa Prodi Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang

📊 Views: 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *