“Pesantren kilat, salat duha, ngaji bersama, hingga sedekah untuk siswa yatim menjadi rangkaian kegiatan Ramadan di SDN 013 Ranai.”
NATUNA – Kepala Sekolah SDN 013 Ranai, Yulia Tri Andriani, S.Pd., mengatakan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah pihak sekolah menggelar pesantren kilat yang diisi dengan salat duha, ngaji bersama, tausiah, hingga kegiatan sedekah untuk siswa kurang mampu dan yatim. Kegiatan ini berlangsung di sekolah dan melibatkan seluruh siswa Muslim.
Yulia menjelaskan, kegiatan Ramadan di SDN 013 Ranai diawali dengan pelaksanaan salat duha bersama. Setelah itu, siswa mengikuti kegiatan ngaji, bukan tadarus.
“Kami mengadakan ngaji, bukan tadarus, karena anak-anak kami banyak yang masih Iqro. Jadi kami bimbing bersama-sama sesuai kemampuan mereka,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, karena sebagian besar siswa masih tahap belajar membaca Al-Qur’an, sekolah tidak menargetkan khatam. Fokus utama adalah pembinaan dasar membaca Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain ngaji, kegiatan pesantren kilat juga diisi dengan materi tentang puasa serta tausiah. Bahkan, sekolah memberi kesempatan kepada santri dari pondok pesantren luar untuk memberikan ceramah kepada siswa.
“Materinya seputar puasa dan pembentukan akhlak. Setiap hari tetap ada salat duha, ngaji, dan materi pesantren kilat,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadan, SDN 013 Ranai akan menggelar buka puasa bersama pada hari Sabtu. Dalam kegiatan tersebut juga akan dilakukan pembagian sedekah kepada siswa kurang mampu dan yatim.
Sebelumnya, sekolah telah menggalang infak dari siswa. Yulia menyebut konsepnya adalah “dari anak untuk anak”.
“Sedekah itu kami salurkan untuk anak-anak yang kurang mampu dan yatim di SD 013. Jadi anak-anak belajar berbagi sejak dini,” katanya.
Terkait siswa non-Muslim, Yulia menyampaikan bahwa di kelas tinggi hanya terdapat satu siswa non-Muslim, sehingga selama kegiatan keagamaan Ramadan yang bersangkutan belajar dari rumah.
Ia juga menjelaskan bahwa pembagian makanan berbuka (MBG) dilakukan berbeda setiap jenjang. Untuk kelas 3 hingga kelas 6 dibagikan setiap hari, sedangkan kelas 1 dan 2 tiga hari sekali. Paket yang diterima antara lain roti, kurma, abon, telur, dan susu.
Yulia berharap melalui kegiatan Ramadan ini, siswa semakin kuat iman, berakhlak baik, serta semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Harapan saya, anak-anak semakin kuat imannya, berakhlak, sopan santun, dan semakin dekat kepada Allah,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










