KABAR PERBATASANNATUNAPEMERINTAHAN

Ranai Darat Wakili Natuna, Andalkan Kerja Nyata pada Lomba Kelurahan Kepri

×

Ranai Darat Wakili Natuna, Andalkan Kerja Nyata pada Lomba Kelurahan Kepri

Sebarkan artikel ini
Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., bersama masyarakat bergotong royong membersihkan dan menata lingkungan SMP 004 Ranai Darat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wujud semangat kebersamaan dan kepedulian warga dalam mendukung dunia pendidikan di Kabupaten Natuna. (Foto: Koran Perbatasan)

“Kelurahan Ranai Darat optimistis menghadapi Lomba Kelurahan Terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Riau dengan mengandalkan program nyata yang telah berjalan di tengah masyarakat.”

Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., menegaskan Kelurahan Ranai Darat mengikuti Lomba Kelurahan Terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Riau tanpa melakukan persiapan instan, karena seluruh program yang akan dinilai merupakan hasil kerja nyata yang telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

NATUNA — Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, optimistis menghadapi penilaian Lomba Kelurahan Terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kepercayaan diri tersebut didasarkan pada berbagai program pemberdayaan masyarakat, inovasi lingkungan, serta tingginya partisipasi warga yang selama ini telah berjalan secara berkelanjutan.

Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., mengatakan pihaknya tidak melakukan persiapan khusus menjelang penilaian tim provinsi karena seluruh program yang akan dipresentasikan merupakan aktivitas yang telah menjadi budaya kerja di kelurahan.

“Kami tidak melakukan persiapan khusus, karena apa yang kami tampilkan nanti adalah hal-hal yang sudah kami terapkan sehari-hari. Jadi, bukan hanya sekadar aksi di depan kamera, tetapi kami benar-benar bekerja nyata. Apa yang dinilai, itulah yang kami lakukan setiap hari,” ujarnya kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (23/6/2026).

Menurut Era, keikutsertaan Ranai Darat dalam lomba tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Kepulauan Riau.

Ia ingin Ranai Darat dikenal melalui keberadaan Geopark, Rumah Kompos, karya seni ibu-ibu PKK yang telah memperoleh Sertifikat Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, budaya gotong royong, serta tingginya kepedulian sosial masyarakat.

Salah satu inovasi yang menjadi unggulan adalah Rumah Kompos, yang berhasil mengubah sampah organik rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca Juga:  MI Darul Ulum Natuna Tegakkan Disiplin dan Akhlak

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini warga Kelurahan Ranai Darat sangat senang dengan adanya Rumah Kompos. Lingkungan menjadi bersih dan masyarakat juga memperoleh nilai ekonomi dari hasil pengelolaannya,” katanya.

Ia menjelaskan, Rumah Kompos mampu mengolah sekitar satu hingga dua ton sampah organik setiap bulan, bergantung pada jumlah pesanan yang diterima.

Selain itu, Ranai Darat juga memiliki potensi alam yang menjadi nilai tambah, seperti bentang pegunungan, susunan batuan alami, serta sumber air yang melimpah.

Potensi tersebut dipadukan dengan kreativitas masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK yang mengolah ranting-ranting kayu mati menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi setelah mengikuti pelatihan di Lanud Raden Sadjad Natuna.

Menghadapi lima aspek penilaian lomba, yakni pemerintahan, potensi daerah, inovasi, sosial budaya, dan kemasyarakatan, Era mengaku optimistis Ranai Darat mampu memberikan hasil terbaik.

“Insyaallah Kelurahan Ranai Darat juara, karena seluruh aspek yang dinilai sudah kami terapkan secara nyata di lapangan dan semuanya memang hidup di tengah masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program tidak terlepas dari tingginya dukungan masyarakat yang masih menjunjung nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Saya sangat terbantu karena masyarakat Ranai Darat mendukung seluruh program yang kami jalankan. Dengan kekompakan warga, berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, Era mengakui masih terdapat kendala pada sektor pelayanan administrasi.

Ia mengatakan, keterbatasan fasilitas kantor, terutama perangkat pendukung administrasi, menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Kendala di lapangan sebenarnya tidak ada. Hanya saja fasilitas administrasi di kantor kami masih kurang mendukung. Printer yang bisa digunakan hanya satu unit, sehingga staf harus bergantian menggunakannya. Hal ini membuat saya merasa pelayanan administrasi kepada masyarakat belum maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Natuna Meriah, SAR Hadir Ditengah Warga Semarakkan Malam Takbiran

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Natuna dapat memberikan dukungan berupa tambahan fasilitas kerja, seperti printer dan laptop, agar pelayanan administrasi semakin cepat dan maksimal.

Di akhir wawancara, Era mengajak masyarakat Ranai Darat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong.

“Tetaplah kompak, karena kunci kesuksesan suatu daerah adalah kekompakan warganya,” pesannya.

Ia juga menyampaikan slogan yang menjadi motivasi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan. “Sekali mengabdi, seumur hidup menginspirasi.”


Laporan: Dini


 

📊 Views: 56

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *