“Dompet Dhuafa Cabang Kepulauan Riau mengirimkan relawan kemanusiaan asal Natuna untuk mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dan Aceh.”
NATUNA – Koordinator Dompet Dhuafa Natuna, Saddam Hafidzahullah, menyampaikan bahwa penugasan relawan kemanusiaan dari Natuna merupakan inisiatif Dompet Dhuafa Cabang Kepulauan Riau sebagai bentuk respons terhadap kondisi pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera.
Saddam Hafidzahullah menjelaskan, misi kemanusiaan tersebut ditargetkan berlangsung selama 20 hari, terhitung sejak 7 Januari hingga 21 Januari 2026. Dalam misi ini, Dompet Dhuafa Kepri menugaskan dua orang relawan dari Natuna untuk menjangkau wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, serta Aceh Tamiang di Provinsi Aceh.
“Penugasan relawan ini merupakan bentuk respons Dompet Dhuafa terhadap kondisi pemulihan pascabencana di Sumatera yang hingga kini belum sepenuhnya pulih,” ujar Saddam, Kamis (9/1/2026), melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, para relawan membawa sejumlah program bantuan, antara lain bantuan logistik kebutuhan pokok, layanan Psychological First Aid (PFA), layanan bekam gratis, serta penyaluran perlengkapan masjid dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Dua relawan asal Natuna tersebut nantinya akan bergabung dengan relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dari berbagai cabang lain yang telah lebih dahulu diterjunkan ke lokasi bencana.
“Mereka akan terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan, pendampingan masyarakat, serta upaya pemulihan pascabencana,” jelas Saddam.
Ia menegaskan bahwa kondisi di sejumlah wilayah Sumatera masih memprihatinkan. Selain proses pemulihan yang belum tuntas, bencana susulan seperti banjir dan longsor masih terus terjadi di beberapa titik dan berpotensi mengancam keselamatan para penyintas yang berada di lokasi pengungsian.
“Kami ingin menyampaikan bahwa Sumatera belum pulih. Beberapa titik masih terjadi banjir dan longsor susulan, sehingga para penyintas masih sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat Indonesia, termasuk dari Natuna,” katanya.
Saddam juga menyebutkan bahwa keberadaan relawan Dompet Dhuafa asal Natuna di lokasi bencana menjadi peluang bagi masyarakat Natuna yang ingin menyalurkan bantuan secara langsung dan tepat sasaran.
“Bantuan yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa akan langsung diberikan kepada para korban bencana oleh relawan dari Natuna yang berada di Tapanuli Tengah dan Aceh Tamiang,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Saddam menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah berkontribusi dalam upaya pemulihan korban bencana di Sumatera dan Aceh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah ikut berkontribusi. Semoga doa dan harta yang diinfakkan menjadi kebaikan dan harapan baru bagi para korban bencana,” tutupnya. (KP).
Laporan : Dini










