KABAR PERBATASANNASIONALNATUNAPEMERINTAHANSUARA RAKYAT

RSUD Himbau Stop DBD Melalui Kesadaran Bersama Membersihkan Lingkungan

×

RSUD Himbau Stop DBD Melalui Kesadaran Bersama Membersihkan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Kasi Pelayanan Penunjang Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Yudiansyah, menjawab koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Kamis, 13 Febuari 2025.

NATUNA – Kasi Pelayanan Penunjang Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Yudiansyah, mengatakan pasien Demam Berdarah (DBD) hingga 13 Februari 2025 tercatat 16 kasus. Saat ini ada 7 anak masih menjalani perawatan di ruagan inap khsusus anak.

Kata Yudiansyah peran RSUD dalam hal ini adalah focus pada pelayanan dan pengobatan pasien. Pelayanan maksimal diberikan baik kepada pasien masuk melalui IGD, ICU, maupun rawat jalan. Kesiapan medis ini sudah diberlakukan mulai dari Puskesmas hingga RSUD.

“Bicara kasus DBD yang ada di Bunguran Timur sudah kita laporkan ke Dinas Kesehatan,” ungkap Yudiansyah kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Kamis, 13 Febuari 2025.

Yudiansyah memastikan baik Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD, maupun Puskesmas sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasian DBD. Edukasi mengenai penularan dan pencegahan DBD juga sudah disampaikan kepada masyarakat.

“Seperti pemberitan sebelumnya direktur kami telah menyampaikan kepada kawan-kawan media di Natuna tentang kasus DBD di Bunguran Timur,” terangnya.

Menurut Yudiansyah peran masyarakat dalam mengantisifasi lonjakan kasus DBD sangat besar. Sebab pemberantasan sarang nyamuk melalui metode 3M Plus seperti menutup tempat air, menguras bak penampugan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas tergenang air bisa dilakukan langsung oleh masyarakat di lingkunan masing-masing.

“Kalau upaya kita bersama dinkes dalam menjaga kebersihan, dan kesehatan sudah dilakukan. Tinggal kesadaran masyarakat membantu membersihkan perkarangan seperti selokan air di tempat tinggalnya masing-masing,” ujarnya.

Yudiansyah meminta kepada masyarakat segera berobat ketika menemukan gejala saat deman tinggi seperti nyeri sendi, mual, pendarahan ringan, atau mimisan. Masyarakat diminta untuk tidak menunda-nunda waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas terdekat.

Baca Juga:  Natuna Siap Resmikan Sekolah Rakyat Pertama, 100 Siswa Kurang Mampu Dapat Kesempatan Emas

“Jangan-jangan DBD, makanya langsung bawa berobat ke tempat terdekat,” pungkasnya.

Yudiansyah berharap masyarakat tidak hanya terfokus pada kesiapan Dinkes, RSUD, dan Puskesmas saja dalam menangani DBD. Peren serta masyarakat dalam mencegah perkembang biakan nyamuk juga sangat diperlukan.

“Ayo kita bersama mencegah jangan biarkan DBD terus berkembang. Stop untuk nyamuk berkembang biak. Sumua eleman harus saling membahu. Masyarakat juga harus bergerak tidak boleh hanya berharap dinkes. Mari bersama-sama kita cegah DBD sebelum kasus ini meningkat,” tutup Yudiansyah. (KP).


Laporan : Iskandar


 

📊 Views: 96

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *