BUDAYA PERBATASANNATUNAPOTRET PERBATASAN

Juara Dua Pawai Obor, RT 02 Ranai Darat Singgung Penggunaan Mobil

×

Juara Dua Pawai Obor, RT 02 Ranai Darat Singgung Penggunaan Mobil

Sebarkan artikel ini
Ketua RT 02 Ranai Darat, Nurdiansyah, S.Pd.I., bersama jajaran pengurus RT berfoto bersama usai meraih Juara II pada Festival Pawai Obor Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Ranai Darat, Natuna. Prestasi tersebut menjadi bentuk kekompakan dan kerja sama warga dalam menyemarakkan malam takbiran.

“Ketua RT 02 Ranai Darat meminta evaluasi pelaksanaan Festival Pawai Obor Idul Adha di Natuna agar tetap mempertahankan konsep tradisional dengan berjalan kaki tanpa penggunaan mobil.”

Ketua RT 02 Ranai Darat, Nurdiansyah, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur setelah warganya berhasil meraih Juara II dalam Festival Pawai Obor Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus menyoroti penggunaan mobil dalam perlombaan tersebut.

NATUNA – RT 02 Ranai Darat berhasil meraih Juara II dalam Festival Pawai Obor yang digelar Pemerintah Kelurahan Ranai Darat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa malam (26/5/2026).

Ketua RT 02 Ranai Darat, Nurdiansyah, S.Pd.I., mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh warga yang terlibat dalam persiapan festival.

“Alhamdulillah, walaupun juara dua tapi sudah lumayanlah. Ini semua berkat usaha bersama,” ujarnya kepada koranperbatasan.com usai kegiatan di halaman Masjid Ibnu Salim Ranai Darat.

Ia menjelaskan, persiapan festival telah dilakukan sejak empat hari sebelum pelaksanaan. Menurutnya, perlengkapan obor dan lentera sudah tersedia sejak perayaan Idul Fitri sebelumnya sehingga proses persiapan berjalan lebih mudah.

“Alat-alat ini sebenarnya sudah ada semua dari tahun lalu, jadi kami tinggal mempersiapkan kembali,” katanya.

Meski bersyukur atas capaian tersebut, Nurdiansyah turut menyoroti penggunaan mobil dalam perlombaan pawai obor. Ia berharap panitia dapat melakukan evaluasi agar esensi tradisi pawai obor tetap terjaga.

Menurutnya, festival obor seharusnya identik dengan peserta berjalan kaki sambil membawa obor, bukan menggunakan kendaraan ataupun sound system berlebihan.

“Kalau memang namanya pawai obor, ya pawai obor berjalan kaki, bukan pawai mobil. Jadi terasa semangat membawa obornya,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan festival tahun depan dapat berlangsung lebih meriah namun tetap mempertahankan nilai tradisional masyarakat.

Baca Juga:  DPRD Natuna Sahkan Lambang Daerah dan Luncurkan Himne Kebanggaan, Perkuat Identitas di Wilayah Perbatasan

“Kalau bisa tahun depan tidak menggunakan mobil lagi supaya lebih terasa suasana pawai obornya,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Nurdiansyah berharap RT 02 Ranai Darat dapat tampil lebih baik pada festival berikutnya dan meraih hasil yang lebih maksimal.

“Semoga tahun depan kami bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *