KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPEMERINTAHANPENDIDIKANSALAM PERBATASAN

SDN 013 Ranai Targetkan Kualitas Setara dan Implementasi Kurikulum Merdeka yang Adaptif

×

SDN 013 Ranai Targetkan Kualitas Setara dan Implementasi Kurikulum Merdeka yang Adaptif

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SDN 013 Ranai, Yulia Tri Andriani, S.Pd.

NATUNA – Sebagai unit satuan pendidikan baru yang berupaya menemukan pijakannya, SD Negeri 013 Ranai di Kabupaten Natuna menunjukkan komitmen kuat untuk segera menyetarakan kualitas pendidikannya dengan sekolah lain yang telah lebih dulu berdiri.

Kepala Sekolah SDN 013 Ranai, Yulia Tri Andriani, S.Pd., menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kesetaraan akses belajar dan penguatan fondasi karakter peserta didik.

“Kami ini sekolahnya kebetulan masih baru. Namun kami akan tetap memperjuangkannya bersama-sama hingga kualitas pendidikannya juga setara dengan yang lain. Mulai dari pengadaan buku sampai hal-hal lainya yang mencakup pada segi peningkatan kemajuan bagi pendidikan anak akan kami adakan,” jelas Yulia kepada koranperbtasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin, 8 Desember 2025.

Dalam upaya mengejar ketertinggalan administratif dan mengikuti perkembangan teknologi, SDN 013 berencana menerapkan E-Rapor mulai tahun ajaran ini. Langkah ini merupakan respons positif atas anjuran Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna.

“Hal yang paling terpenting adalah mutu pendidikan kita harus sama dengan yang lain. Walaupun kita ini sekolah baru, paling tidak kita harus maju. Dinas Pendidikan juga menganjurkan untuk pemanfaatan E-Rapor. Harapannya Untuk tahun ini  E-Rapor sudah bisa digunakan, karena langsung terdata dari Dapodik,” terangnya.

Di sisi pedagogis, sekolah aktif mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan penekanan pada penguatan karakter dan nilai spiritual. Setiap pagi, siswa dibiasakan untuk “Senyum, Sapa, Salam” (3S) saat tiba di sekolah. Selain itu, setiap hari Jumat diisi dengan kegiatan keagamaan terstruktur yang telah diintegrasikan ke dalam kurikulum.

“Setiap pagi anak datang ke sekolah langsung bersalaman-salaman dengan guru, menyapa, dan senyum. Selain itu, kami mengadakan hari Jumat dengan kegiatan keagamaan, seperti minggu pertama Yasinan, minggu kedua Sholawatan, minggu ketiga Salat Dhuha berjamaah, minggu keempat Yasinan lagi. Itu dimasukkan ke dalam kurikulum,” tambah Yulia.

Baca Juga:  Brigjen TNI Gabriel Lema Pimpin Ziarah Nasional di TMP Pusara Bhakti Tanjungpinang

Dalam menangani siswa yang mengalami kesulitan belajar, sekolah mengedepankan pendekatan berjenjang. Wali kelas menjadi garda terdepan, dan jika diperlukan, orang tua siswa dilibatkan untuk mencari solusi bersama.

“Bila anak didik mengalami kondisi kesulitan belajar maka wali kelas yang akan menangani lebih dahulu serta peranannya tak lupa melibatkan wali murid. Apabila belum juga tertangani maka saya selaku kepala sekolah akan turut serta terlibat dalam menangani hal tersebut. Alhamdulillah, Sejauh ini  hanya sampai di wali kelas saja,” paparnya.

Sementara itu, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekolah telah meluncurkan kampanye anti-perundungan (bullying). Kampanye ini diwujudkan melalui pemasangan spanduk dan dokumentasi foto kegiatan, diikuti dengan peran aktif wali kelas dalam mengawasi interaksi antar-siswa.

“Kami sudah melaksanakan kampanye terhadap tindakan bullying melalui pemasangan spanduk disertai foto upaya anti-perundungan di area sekolah. Disaat bermain sekalipun, terkadang tindakan bullying bisa terjadi di kalangan anak-anak. Oleh karena itu kami para guru selalu mengawasi hingga ikut turun tangan melibatkan diri dalam menjaga agar tidak terjadinya perundungan anak-anak terkhususnya di SDN 013,” tegas Yulia.

Menutup wawancara, Kepala Sekolah SDN 013 Yulia Tri Andriani juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah, khususnya terkait dinamika perubahan kurikulum yang kerap terjadi. Pihaknya mengharapkan adanya sosialisasi yang lebih terbuka dan masif agar guru-guru di lapangan, terutama di sekolah baru dapat lebih siap dan memahami arah kebijakan dengan baik.

“Harapannya saya, sebagai seorang guru,

Dalam dunia pendidikan, terkadang kurikulum bisa berubah-ubah. Harapan saya sebagai seorang guru adalah bagaimana agar pemerintah bisa berupaya memberikan sosialisasi kepada para tenaga pendidik agar memahami dan mengerti kemana arah serta tujuan kebijakan pendidikan ini, sehingga para guru tidak terbebani dan kesulitan kesana kemari dalam mencari informasi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bank Indonesia Edukasi Siswa SMAN 1 Bunguran Timur Pahami Rupiah

Dengan langkah-langkah strategis di bidang sarana, kurikulum, karakter, dan penanganan siswa, SDN 013 Ranai bertekad untuk tidak sekadar menjadi sekolah baru, melainkan lembaga pendidikan yang tanggap, adaptif, dan berkualitas setara, guna mencetak generasi yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia. (KP).


Laporan : Nisa Andini

Editor : Dhitto


 

📊 Views: 26

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *