CERITA PERBATASANKABAR PERBATASANNASIONALNATUNARAGAM PERBATASAN

Umat Konghucu Natuna Gelar Sembahyang Jing Tiangong

×

Umat Konghucu Natuna Gelar Sembahyang Jing Tiangong

Sebarkan artikel ini
Umat Konghucu Natuna melaksanakan sembahyang Jing Tiangong di Klenteng Fuk De Chi Penagi pada hari kesembilan bulan pertama Imlek.

“Ibadah Jing Tiangong di Klenteng Fuk De Chi Penagi menjadi momentum umat Konghucu Natuna mengungkapkan rasa syukur dan memohon bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.”

NATUNA – Guru Agama Konghucu Ranai Kabupaten Natuna, Budi Setyawan, menjelaskan makna dan prosesi sembahyang Jing Tiangong yang dilaksanakan umat Konghucu di Klenteng Fuk De Chi Penagi pada hari kesembilan bulan pertama Imlek.

Budi Setyawan menerangkan bahwa sembahyang Jing Tiangong (敬天公) merupakan ibadah penghormatan kepada Tian (天) atau Tuhan Yang Maha Esa. Dalam tradisi Tionghoa, Tian juga dikenal sebagai Thikong atau Tian Gong (天公), yang berarti Penguasa Langit.

“Ibadah ini adalah ungkapan rasa syukur atas perlindungan Tian, kesadaran manusia akan keterbatasannya, serta komitmen untuk hidup selaras dengan firman Tian,” jelasnya. Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan bahwa sembahyang tersebut bukan sekadar ritual budaya, melainkan bentuk pembinaan kesadaran moral. Dalam ajaran Khonghucu, yang terpenting dalam sembahyang bukanlah banyaknya persembahan, melainkan ketulusan dan keimanan (Cheng/誠).

Secara tradisi, sembahyang Jing Tiangong dilaksanakan pada malam tanggal 8 menuju tanggal 9 bulan pertama Imlek, sekitar pukul 23.00 hingga 01.00. Namun di Natuna, ibadah dilaksanakan pada tanggal 9 bulan pertama Imlek pukul 18.30 WIB.

Adapun tahapan prosesi meliputi:

  1. Persiapan altar yang menghadap ke langit di ruang terbuka.
  2. Persembahan buah dan makanan sebagai simbol rasa syukur.
  3. Penyalaan hio atau dupa sebagai lambang ketulusan hati.
  4. Pembacaan doa.

Prosesi tiga kali berlutut dan sembilan kali menundukkan kepala (san gui jiu kou/三跪九叩) sebagai bentuk penghormatan tertinggi di hadapan Tian.

Budi menambahkan, sembahyang Jing Tiangong bukan peringatan Imlek secara umum. Imlek adalah Tahun Baru, sedangkan Jing Tiangong secara khusus merupakan hari penghormatan kepada Tian yang jatuh pada hari kesembilan bulan pertama Imlek.

Baca Juga:  Bazar Hewan Kurban Tanggamus, Untuk Tumbuhkan Motivasi Pelaku Usaha Peternakan

“Posisinya memang bagian dari rangkaian suasana Tahun Baru, tetapi fokusnya adalah ibadah kepada Tuhan, bukan sekadar perayaan budaya,” ujarnya.

Sekitar 40 umat Konghucu mengikuti ibadah tersebut dengan khidmat di Klenteng Fuk De Chi Penagi. Dalam doa-doa yang dipanjatkan, umat memohon berkat, kesehatan, umur panjang, perlindungan keluarga, kekuatan, kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan hidup, serta kemampuan menjalani kehidupan sesuai ajaran agama Khonghucu.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan berkat, kesehatan, dan umur panjang. Semoga kami dapat menjalani hidup dengan baik dan benar sesuai ajaran agama Khonghucu serta menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui sembahyang Jing Tiangong, umat Konghucu Natuna berharap nilai-nilai kebajikan, moralitas, dan harmoni kehidupan terus terjaga di tengah masyarakat perbatasan yang majemuk. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *