TANJUNGPINANG – Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) asal Kabupaten Natuna, yakni Seni Teater Tupeng Bunguran, turut berpartisipasi dalam festival Kepri Art and Culture International 2025.
Gelar budaya tersebut dipentaskan pada Kamis malam, 27 November 2025, di panggung utama festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau. Hal tersebut disampaikan oleh Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Natuna, Juli Putrawan atau yang akrab disapa Wawan, Selasa, 2 Desember 2025.
Menurut Wawan, keikutsertaan Tupeng Bunguran dalam ajang berskala internasional ini merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi terhadap kekayaan budaya daerah.
“Syukurlah, di tengah hujan rintik-rintik, pagelaran Tupeng Bunguran berhasil disajikan dengan khidmat di hadapan tamu undangan dan penonton,” ungkapnya.
Wawan juga menyebutkan bahwa sebelum pementasan utama, kesenian ini telah terlebih dahulu ambil bagian dalam pawai budaya yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.
“Kehadiran Tupeng Bunguran turut memperkaya kemeriahan pawai budaya yang dilaksanakan pada Selasa malam, 25 November 2025, dan mendapatkan sambutan antusias dari undangan serta masyarakat yang hadir,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wawan memaparkan bahwa sebagai bagian dari persiapan, maestro dan pelatih Tari Tupeng Bunguran mengadakan pelatihan intensif selama tiga hari bagi mahasiswa dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Natuna (IPMKN) di Tanjungpinang.
“Kami membekali para mahasiswa yang akan bertindak sebagai pemain dan penari melalui workshop seni teater yang terstruktur,” jelasnya.
Di akhir keterangan, Pamong Budaya Disdikbud Natuna tersebut mengungkapkan bahwa partisipasi Tupeng Bunguran dalam festival ini didukung pendanaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV (BPK IV). Hal ini merupakan salah satu upaya strategis dalam memperkenalkan dan mengangkat WBTbI yang baru ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2025.
“Atas nama pemangku kepentingan kebudayaan Natuna, kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPK IV yang telah mendanai seluruh proses pelatihan dan pagelaran kesenian asli Natuna ini,” pungkasnya. (KP).
Editor : Dhitto










