KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPENDIDIKAN

SMA Nurul Jannah Natuna Usung Tiga Pilar Unggulan: IT, Life Skill, dan Karakter Pesantren

×

SMA Nurul Jannah Natuna Usung Tiga Pilar Unggulan: IT, Life Skill, dan Karakter Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMA Nurul Jannah Natuna Nining Fauzatuz Zahro memaparkan visi sekolah berbasis IT dan pesantren.
Kepala Sekolah SMA Nurul Jannah Natuna Nining Fauzatuz Zahro memaparkan visi sekolah berbasis IT dan pesantren.

NATUNA – SMA Nurul Jannah, sekolah menengah atas yang baru berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jannah resmi memulai tahun ajaran pertamanya dengan hanya 15 siswa perdana, sekolah ini berkomitmen memberikan pendidikan berbasis pesantren yang diperkaya dengan penguasaan teknologi informasi (IT) dan life skill sebagai bekal berwirausaha.

Kepala Sekolah SMA Nurul Jannah, Nining Fauzatuz Zahro, S.Pd., menjelaskan bahwa meski menumpang di lokasi SMP yang sudah ada, sekolah ini memiliki visi yang jelas untuk mencetak lulusan yang kompetitif dan berkarakter.

“Harapan kami ketika lulus dari SMA NJ, pertama, anak-anak bisa menguasai IT. Kedua, mereka sudah mempunyai life skill. Dan yang ketiga, dasar agama mereka lebih kuat,” ujar Nining kepada koranperbatasan.com pada sesi wawancara di ruang tamu SMA Nurul Jannah, Senin, 22 September 2025.

Untuk mendukung penguasaan IT, sekolah memfasilitasi siswa dengan handphone untuk mengakses materi pembelajaran secara digital, mirip sistem perkuliahan. Penggunaan HP diatur secara ketat hanya pada jam sekolah dan dikumpulkan kembali setelahnya untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan fokus siswa tetap terjaga.

Di bidang life skill, siswa sudah diajak untuk terjun langsung dalam unit usaha pesantren. Siswa laki-laki mengelola “NJ Water”, usaha air galon yang melayani kebutuhan ratusan santri, sementara siswa perempuan mengelola usaha laundry. Melalui ini, mereka belajar langsung tentang manajemen usaha dan keuangan.

“Mereka mengelola sendiri, keuangannya mereka kelola sendiri. Di samping belajar, mereka juga bisa berbisnis,” tambah Nining.

Sebagai sekolah berbasis pesantren, pembentukan karakter dan hafalan Al-Qur’an menjadi pilar utama. Target minimal hafalan untuk siswa SMA adalah 3 juz, dengan setoran hafalan rutin setiap malam setelah shalat Isya.

Baca Juga:  Ketua Komisi III DPRD Natuna Hadiri Musrenbang Desa Ceruk

Dengan jumlah siswa yang masih sedikit, pendekatan pendidikan menjadi sangat personal. Setiap siswa mendapat perhatian intensif dari guru. Sekolah juga aktif berkomunikasi dengan orang tua melalui grup untuk memantau perkembangan anak.

Ke depan, harapan terbesarnya adalah memiliki gedung sendiri agar proses belajar mengajar bisa lebih fokus. Saat ini, ruang belajar SMA hanya dipisahkan dengan SMP oleh sekat rolling door.

“Kita membutuhkan dukungan, baik material maupun non-material. Harapannya tidak selamanya menumpang. Supaya anak-anak lebih fokus belajarnya,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Nisa Andini


📊 Views: 95

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *