NATUNA – Pemerintah Desa Sungai Ulu mulai merealisasikan program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan menggunakan alokasi Dana Desa (DD) dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang difokuskan pada penanaman komoditas jagung dan ubi di lokasi Dusun 1, Batu Naga.
Kepala Desa Sungai Ulu, Supriyanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan kewajiban dari pemerintah pusat yang mengalokasikan 20% dari total pagu Dana Desa.
“Hari ini sudah berlangsung di Dusun 1 Batu Naga. Untuk semua mungkin belum direalisasikan, BUMDES ini bertahap,” ujar Supriyanto kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Senin, 22 September 2025.
Total anggaran yang dikelola Desa Sungai Ulu cukup besar dengan perkiraan gabungan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) mencapai sekitar 2 miliar rupiah. ADD sebesar Rp 985.389.000 digunakan untuk operasional rutin seperti gaji perangkat desa, sedangkan DD sebesar Rp 827.181.000 dialokasikan pada pembangunan dan pemberdayaan termasuk program ketahanan pangan ini.
Supriyanto menjelaskan, selain ketahanan pangan beberapa proyek fisik juga telah berjalan.
“Itu ada pembangunan jembatan di Dusun 2 Subayar, Mahligai 1, sudah selesai Alhamdulillah. Sama gedung TK yang di Batu Naga, hari ini 90% sudah selesai. Tinggal finishing,” tambah Supriyanto.
Supriyanto juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah dan DPRD. Menurutnya, untuk desa besar seperti Sungai Ulu yang memiliki tiga dusun, bantuan dari dana aspirasi DPRD (POKIR) sangat vital.
“Jika kita hanya menggunakan dana dede untuk membangun fisik, itu tidak akan cukup… Alhamdulillah, pemerintah daerah cukup mendukung program pemerintah desa,” ucapnya.
Di akhir wawancara Supriyanto sedikit berbagi tentang tantangan yang dihadapi terutama terkait Sumber Daya Manusia (SDM). Pihaknya mengakui bahwa rata-rata perangkat desa adalah lulusan SMA yang harus belajar memahami aturan secara otodidak. Namun, Supriyanto menegaskan komitmennya untuk kemajuan desa.
“Secara keinginan, oknum kepala desa ini, gak ada yang menginginkan tidak baik untuk desa dia. Semua ingin yang terbaik,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Fergi










