“SMAN 1 Bunguran Timur kembali menggelar pawai obor dan penyembelihan hewan kurban sebagai agenda rutin menyambut Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Natuna.”
Kepala SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Hj. Ida Susanti, S.Pd., mengatakan pihak sekolah kembali melaksanakan kegiatan pawai obor dan pemotongan hewan kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Natuna. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan siswa, guru, staf sekolah, hingga pengurus musala sekolah sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
NATUNA – SMA Negeri 1 Bunguran Timur kembali menggelar dua agenda besar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, yakni pawai obor dan penyembelihan hewan kurban. Kedua kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan sekolah dalam memeriahkan hari besar keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan warga sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Hj. Ida Susanti, S.Pd., menjelaskan pawai obor akan dilaksanakan pada malam takbiran setelah salat Isya dengan titik kumpul di lingkungan sekolah.
“Rutenya dimulai dari SMA Negeri 1 Bunguran Timur, melewati Jalan Pramuka menuju Pantai Piwang, masuk Globe, lalu kembali lagi ke sekolah,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut akan diikuti siswa kelas X dan XI bersama seluruh majelis guru serta staf tata usaha sekolah. Total peserta yang dilibatkan mencapai sekitar 632 siswa.
Menariknya, pihak sekolah juga mengajak siswa dan guru non-Muslim untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pawai obor sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di lingkungan sekolah.
“Kami tetap mengimbau siswa non-Muslim untuk ikut karena ini bagian dari kebersamaan sekolah,” katanya.
Sementara itu, untuk siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 4 Mei 2026, pihak sekolah memastikan tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Karena mereka sudah selesai dan telah kami antar menuju kelulusan,” jelas Ida.
Selain pawai obor, keluarga besar SMA Negeri 1 Bunguran Timur juga akan melaksanakan penyembelihan empat ekor sapi kurban pada hari kedua Idul Adha. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya dua ekor sapi.
“Tahun ini alhamdulillah meningkat menjadi empat ekor sapi karena semakin banyak guru yang ikut berkurban,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, total terdapat 28 orang guru yang ikut berpartisipasi dalam kurban tersebut. Dana pembelian hewan kurban dikumpulkan secara gotong royong melalui sistem cicilan bulanan.
“Ada yang membayar Rp200 ribu sampai Rp500 ribu per bulan hingga lunas,” tuturnya.
Penyembelihan kurban dipilih pada hari kedua Idul Adha agar tidak mengganggu aktivitas guru dan staf yang biasanya juga melaksanakan kurban di lingkungan tempat tinggal masing-masing pada hari pertama.
Usai proses penyembelihan, seluruh guru, pengurus musala sekolah, dan anggota OSIS akan terlibat dalam kegiatan memasak dan makan bersama di lingkungan sekolah.
“Anak-anak OSIS juga membantu mulai dari proses pemotongan sampai kegiatan makan bersama,” katanya.
Melalui momentum Idul Adha tersebut, Ida berharap nilai pengorbanan Nabi Ismail AS dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya dalam semangat belajar dan membanggakan orang tua.
“Kami berharap anak-anak bisa mencontoh semangat pengorbanan itu dengan belajar sungguh-sungguh demi masa depan mereka,” harapnya.
Ia juga berharap kegiatan pawai obor dan kurban dapat terus mempererat hubungan antara guru, siswa, dan masyarakat di Kabupaten Natuna.
“Semoga kegiatan ini semakin memperkuat silaturahmi, kekompakan, dan kerja sama antara sekolah dan masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Dini










