BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

SMKN 1 Bunguran Timur Natuna Sukses Kurban Dua Ekor Sapi

×

SMKN 1 Bunguran Timur Natuna Sukses Kurban Dua Ekor Sapi

Sebarkan artikel ini
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., turut memantau langsung proses penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan keluarga besar sekolah pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut melibatkan guru, staf tata usaha, dan taruna asrama sebagai wujud kepedulian sosial serta penguatan nilai gotong royong di lingkungan sekolah Kabupaten Natuna.

“Keluarga besar SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan kurban dua ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.”

Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026).

NATUNA — Suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan kurban di SMKN 1 Bunguran Timur dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut berlangsung sesuai jadwal dan melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari majelis guru, staf tata usaha hingga para taruna yang tinggal di asrama.

Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., mengatakan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini berjalan lancar dan penuh makna.

“Alhamdulillah, kegiatan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar, sesuai jadwal dan penuh semangat. Seluruh majelis guru, staf tata usaha, serta taruna yang berada di asrama ikut berpartisipasi,” ujarnya kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan seluruh warga sekolah yang bergotong royong sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.

Ia menjelaskan, prosesi penyembelihan berlangsung khidmat dan diiringi lantunan takbir. Setelah itu, seluruh panitia bersama warga sekolah bekerja sama melakukan pemotongan, pengemasan, dan pendistribusian daging kepada penerima yang telah terdata.

“Semangat kebersamaan guru, staf tata usaha, dan taruna di asrama sangat luar biasa sehingga proses pengemasan dan distribusi daging dapat berjalan efektif sesuai rencana,” katanya.

Pada Idul Adha tahun ini, SMKN 1 Bunguran Timur berhasil mengumpulkan dua ekor sapi kurban. Dari hasil penyembelihan tersebut diperoleh lebih dari 80 kilogram daging yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Baca Juga:  Tiga KRI Koarmada Usir Kapal Ikan Asing di Perairan Natuna

“Alhamdulillah tahun ini baru dua ekor sapi. Daging yang dihasilkan lebih dari delapan puluh kilogram dan telah kita distribusikan sesuai data yang disiapkan panitia kepada yang berhak menerima daging kurban,” jelas Subbihi.

Tidak hanya melaksanakan ibadah kurban, keluarga besar sekolah juga menggelar kegiatan kebersamaan berupa makan bersama. Seluruh guru dan staf membawa berbagai hidangan, kue, serta minuman yang kemudian dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban dan saling memaafkan.

Subbihi menilai, ibadah kurban memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar penyembelihan hewan.

“Ibadah kurban bukan hanya wasilah peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT semata, tetapi juga menjadi momentum untuk merajut kebersamaan dalam instansi, menyatukan visi, meringankan beban kerja melalui kolaborasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah merupakan miniatur kehidupan sosial yang harus mampu menanamkan nilai-nilai kebersamaan, komunikasi, dan kepedulian sejak dini kepada seluruh warga sekolah.

Karena itu, pihaknya terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang ramah sosial sebagai salah satu karakter positif yang ingin dikembangkan di SMKN 1 Bunguran Timur.

Untuk tahun mendatang, Subbihi berharap jumlah hewan kurban dapat bertambah dan semangat kebersamaan yang telah terbangun terus terjaga.

“Kita berharap tahun depan bisa mencapai tiga ekor sapi kurban. Selain itu, komunikasi dan kolaborasi antarwarga sekolah harus terus ditingkatkan demi mewujudkan tujuan organisasi dalam ekosistem pendidikan yang ramah sosial,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *