NATUNAPENDIDIKAN

SMPN 1 Bunguran Timur Lestarikan Tari Melayu

×

SMPN 1 Bunguran Timur Lestarikan Tari Melayu

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd.,

“SMPN 1 Bunguran Timur menegaskan komitmen melestarikan budaya Melayu melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di lingkungan sekolah.”

NATUNA – Kepala Sekolah SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari di sekolah.

Zurna menjelaskan bahwa di SMPN 1 Bunguran Timur terdapat satu kegiatan ekstrakurikuler khusus untuk memperkenalkan budaya, yakni kegiatan ekstrakurikuler tari yang difokuskan pada tari-tari Melayu.

“Untuk tari itu kita lebih fokus kepada tari-tari Melayu. Harapan kita memang Melayu itu tidak lekang oleh waktu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).

Ia menyebutkan, dalam kegiatan tersebut para siswa mempelajari tarian dasar seperti Tari Persembahan, Tari Hitam Manis, serta tarian Melayu lainnya yang terus dilatih secara rutin melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Terkait tantangan, Zurna menilai tidak ada kendala berarti. Menurutnya, sebagian besar siswa justru menyukai kegiatan tari dan beberapa di antaranya telah memiliki dasar karena aktif di sanggar seni di luar sekolah.

“Mereka ada yang dari Sanggar Langkadura, ada juga dari Sanggar Dinamika Mahkota. Jadi basic-nya sudah ada, di sekolah ini tinggal kita kembangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zurna menekankan bahwa pembelajaran tari tidak hanya berdampak pada keterampilan seni, tetapi juga membentuk sikap dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan tari Melayu itu kan lemah gemulai, lembut. Harapan kita dengan gerakan yang lemah lembut itu bisa terintegrasi juga dengan sikap anak-anak, jauh dari perbuatan keras seperti perkelahian atau tawuran,” ungkapnya.

Dalam konteks perlombaan dan penampilan, pihak sekolah juga secara khusus mempersiapkan tarian-tarian yang sering dilombakan seperti Tari Persembahan, Tari Hitam Manis, Tari Serampang Dua Belas, hingga Zapin kreasi, yang dianggap sebagai dasar pembelajaran tari Melayu.

Baca Juga:  Jadi Prioritas Kecamatan, Jembatan Setungku – Tanjung Sebauk Diusulkan ke Kabupaten

Selain itu, SMPN 1 Bunguran Timur juga terlibat dalam kegiatan kebudayaan yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, khususnya bidang kebudayaan, seperti pelatihan dan workshop kesenian Mendu.

“Biasanya kami diminta menjaring anak-anak yang punya potensi. Kami lakukan seleksi kecil-kecilan lewat guru Seni Budaya untuk mendapatkan anak-anak yang benar-benar berbakat dan berminat,” katanya.

Zurna menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu memiliki nilai penting, mengingat budaya Melayu sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Natuna.

“Kebudayaan Melayu itu identik juga dengan agama Islam sebagai agama terbesar di Natuna,” ujarnya.

Ia berharap berbagai kesenian lokal seperti Mendu, Zapin, Ayam Sudur, hingga Silat khas Natuna dapat terus diperkenalkan, dikuatkan, dan dilestarikan kepada generasi muda.

Tak lupa, Zurna juga berharap dukungan dari pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan agar dapat menghadirkan regulasi dan program yang mendorong pengembangan budaya, khususnya budaya Melayu di Natuna. (KP).

Laporan: Dini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *