“STAI Natuna memperkuat langkah transformasi menuju Institut Agama Islam Natuna dengan menjalin kerja sama internasional bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, riset, dan melahirkan generasi Melayu yang mampu bersaing di tingkat global.”
Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan kerja sama internasional dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia merupakan bagian dari langkah strategis transformasi STAI Natuna menuju Institut Agama Islam Natuna. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat mutu pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik internasional, serta menghasilkan lulusan yang berdaya saing di tingkat regional maupun global.
NATUNA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna terus memperkuat langkah transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Natuna dengan menjalin kerja sama internasional bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berlangsung di Kampus STAI Natuna dan disaksikan langsung oleh pimpinan kedua institusi. Dari pihak UniSZA hadir jajaran pejabat universitas, sedangkan dari STAI Natuna dihadiri unsur pimpinan, Ketua Bagian Akademik, Ketua Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), para Ketua Program Studi, serta jajaran staf akademik.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam proses perubahan status STAI Natuna menjadi Institut Agama Islam Natuna yang akan segera diusulkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurutnya, perubahan status menjadi institut bukan sekadar pergantian nomenklatur, tetapi merupakan komitmen untuk memperkuat kelembagaan pendidikan tinggi, memperluas pengembangan program studi, serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
“Transformasi menjadi institut bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi komitmen meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global,” ujarnya kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Kamis (30/7/2026).
Dr. Umar mengatakan kerja sama tersebut memiliki landasan historis dan budaya yang kuat karena masyarakat Natuna dan Terengganu, Malaysia, memiliki hubungan genealogis serta kesamaan budaya dan bahasa Melayu.
“Secara DNA dan linguistik kita adalah serumpun. Dari sinilah kita membangun kolaborasi keilmuan. Saya mengundang UniSZA untuk datang ke Natuna guna melakukan kajian mendalam terhadap kekayaan dialek dan budaya Melayu lokal,” katanya.
Ruang lingkup kerja sama akan difokuskan pada pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pengembangan pusat kajian budaya Melayu yang mengangkat potensi arkeologi, bahasa, tradisi, dan sejarah masyarakat Natuna.
Dalam kesempatan tersebut, STAI Natuna dan UniSZA juga mengusung konsep “Generasi Melayu Baru”, yakni paradigma pendidikan yang bertujuan membentuk sumber daya manusia Melayu yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya, namun adaptif terhadap perkembangan zaman, inovatif, berpikir kritis, dan memiliki daya saing global.
“Jika Melayu lama cenderung pasif, maka Melayu Baru harus progresif dan solutif. Kita perlu merekonstruksi falsafah pendidikan agar melahirkan lulusan yang berani berpikir kritis dan berkontribusi bagi kemajuan Nusantara,” tegasnya.
Pihak UniSZA menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi berbagai program akademik melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, serta pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai Melayu yang relevan dengan tantangan global.
Sebagai tindak lanjut, kedua perguruan tinggi menargetkan implementasi berbagai program kerja sama dimulai dalam waktu dekat. STAI Natuna juga mengundang delegasi UniSZA untuk menghadiri prosesi Wisuda STAI Natuna yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Dr. Umar berharap kerja sama internasional tersebut menjadi pintu masuk bagi STAI Natuna untuk berkembang menjadi institut yang unggul serta mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas dari wilayah perbatasan Indonesia.
“Semoga kerja sama ini menjadi pintu gerbang bagi STAI Natuna untuk tumbuh menjadi Institut yang unggul. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan UniSZA,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










