BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

Tangis Haru Warnai Perpisahan Siswa SDN 002 Ranai Natuna

×

Tangis Haru Warnai Perpisahan Siswa SDN 002 Ranai Natuna

Sebarkan artikel ini
Makayla Jihan Inarasakhi mewakili siswa kelas VI SDN 002 Ranai Natuna menyampaikan ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan pantun perpisahan kepada para guru dalam momen Gebyar Seni Budaya serta Tasyakuran Kelulusan.

“Pesan menyentuh perwakilan siswa kelas VI SDN 002 Ranai Kabupaten Natuna menjadi momen penuh haru dalam Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan tahun pelajaran 2025/2026.”

Perwakilan siswa kelas VI SDN 002 Ranai Natuna, Makayla Jihan Inarasakhi, menyampaikan pesan perpisahan penuh haru kepada kepala sekolah, majelis guru, dan adik kelas dalam kegiatan Gebyar Seni Budaya serta Tasyakuran Kelulusan.

NATUNA – Suasana haru menyelimuti acara Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan Kelas VI SDN 002 Ranai Kabupaten Natuna yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

Momen paling menyentuh terjadi ketika perwakilan siswa kelas VI, Makayla Jihan Inarasakhi, maju ke depan panggung membacakan pesan berjudul “Kata Selamat Tinggal” untuk kepala sekolah, guru, dan seluruh keluarga besar SDN 002 Ranai.

Dengan penuh rasa hormat, Makayla menyampaikan ucapan terima kasih atas kesabaran, keikhlasan, serta perjuangan para guru yang telah membimbing mereka selama enam tahun menempuh pendidikan.

“Bapak dan Ibu guru, kesabaran dan keikhlasanmu menjadikan ilmu bermanfaat bagi kami. Meski singkat dan sederhana, ucapan perpisahan ini tentunya menjadi penghargaan atas segala jasa guru selama kami di bangku sekolah. Jika dihitung, tentu jasa guru tak ternilai,” ucap Makayla di hadapan guru dan tamu undangan.

Mewakili seluruh teman seangkatannya, Makayla juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru atas segala kesalahan selama mereka menjalani proses belajar.

“Terima kasih atas ilmu yang telah engkau berikan. Sampai bertemu lagi di kemudian hari. Mohon maaf atas segala kesalahan dan tingkah laku yang telah kami lakukan selama ini, yang mungkin membuat Bapak dan Ibu guru kesal, kecewa, dan marah,” ungkapnya.

Tidak hanya menyampaikan pesan kepada guru, Makayla juga menitipkan motivasi kepada adik-adik kelas agar tetap rajin belajar dan tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.

Baca Juga:  Bahaya Sampah Plastik di Laut

“Untuk adik kelas, teruslah belajar dan tetap semangat menuntut ilmu. Dengarkan nasihat Bapak dan Ibu guru. Jangan pantang menyerah untuk menggapai cita-cita kalian,” pesannya.

Menjelang akhir penyampaian pesan perpisahan, Makayla meminta izin kepada seluruh tamu undangan untuk membacakan beberapa bait pantun sebagai ungkapan terakhir dari siswa kelas VI.

Dengan penuh percaya diri, pantun tersebut dibacakan dan mendapat sambutan hangat dari seluruh hadirin.

Pohon kelapa tegak berdiri,

Daunnya melambai dengan indah.

Tingkatkan terus prestasi,

Dan selalu jaga nama baik sekolah.

Ke Pantai Tanjung cari kelapa,

Isinya muda enak dimakan.

Sopan santun jangan dilupa,

Nasihat guru selalu dengarkan.

Bakar ikan si ikan mahan,

Hendak dimakan bersama teman.

Yang baik dari kami harap dikenang,

Yang buruk tolong lupakan.

Sore hari pergi Penagi,

Langitnya indah ada pelangi.

Bapak Ibu guru yang kami sayangi,

Sepuluh jari maafkan kami.

Pembacaan pesan dan pantun tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam acara perpisahan. Tepuk tangan dari kepala sekolah, guru, komite, wali murid, serta siswa mengiringi langkah para lulusan SDN 002 Ranai menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Momen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa enam tahun kebersamaan antara guru dan siswa tidak hanya meninggalkan ilmu, tetapi juga kenangan dan nilai kehidupan yang akan terus dibawa. (KP).


Laporan: Dini


📊 Views: 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *