Terancamnya Keberadaan Ikan Hiu Kemejan di Perairan Kepri

oleh -321 views
Dedet-Ananda

Penulis : Dedet Ananda

Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Jurusan Ilmu Kelautan




HIU KEMEJAN merupakan nama panggilan dari masyarakat Kepulauan Riau untuk hiu pari. Nama latinnya Rhynchobatusaustraliae. Ikan hiu kemejan hidup di dasar perairan dan biasanya memakan crustasea (sejenis udang-udangan dan kepiting), dan ikan-ikan kecil.

Ikan hiu kemejan bisa mencapai ukuran 2 meter lebih. Bentuknya unik dari pada ikan hiu pada umumnya, yaitu bagian kepala hiu kemejan yang menyerupai ikan pari dan bagian badan hingga ekornya menyerupai hiu pada umumnya. Warnanya coklat dengan bintik putih disisi atasnya, bagian bawah badannya berwarna putih. Bentuk badannya pipih dengan 2 sirip punggung.

Nah, semua sirip pada ikan kemejan inilah yang memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga komoditas ikan kemejan di perairan Kepri berkurang, dan spesies ikan kemejan ini rentan terhadap kepunahan.

Sirip-sirip ikan hiu kemejan ini biasanya diekspor ke Singapura. Penampungikan di daerah Kepri biasanya membeli sirip hiu kemejan yang sudah dikeringkan dengan harga 900.000 rupiah perkilonya, dan kemudian mengumpulkannnya untuk di kirim ke Singapura.

Menurut keterangan nelayan sirip hiu kemejan yang diekspor ke Singapura biasanya diolah menjadi makanan seperti mie bihun bahkan sop sirip ikan hiu kemejan. Seporsi sop sirip ikan hiu kemejan di Singapura biasanya di jual seharga 300 S$ Singapura atau jika dikonferensi keuang rupiah senilai 3.000.000 rupiah.

Tingginya nilai jual sirip ikan hiu kemejan menyebabkan penangkapan besar-besaran terhadap salah satu biota laut yang terancam punah ini. Pemerintah sebelumnya sudah mengalakkan peraturan tentang jumlah penangkapan ikan hiu kemejan bagin elayan Kepri. Tetap itidak terlaksanakan dengan baik dan masih ada oknum-oknum yang mengexploitasi habis-habisan ikan hiu kemejan.

Peraturan pemerintah yang saat ini masih di taati yaitu larangan akan pengeksporan sirip ikan hiu kemejan keluar negeri seperti Singapura. Minimnya pengetahuan masyarakat Kepulauan Riau terhadap pengelolahan sirip ikan hiu kemejan menjadi salah satu penyebab kerugian masyarakat pribumi.

Sampai saat ini masyarakat Kepulauan Riau belum ada yang dapat mengelolah sirip ikan hiu kemejan menjadi makanan. Di lihat dari sisi gizinya sirip ikan hiu kemejan memiliki gizi yang sangat tinggi. Masyarakat Kepulauan Riau hanya dapat menangkap dan menjual sirip ikan hiu kemejan terhadap penampung ikan.

Kedepannya perlu adanya pembelajaran yang diberikan kepada masyarakat untuk pengelolahan sirip ikan hiu kemejan, karena sangat disayangkan daerah kita yang memiliki kualitas perairan yang baik untuk perkembangbiakan ikan hiu kemejan, akan tetapi pribuminya sendiri yang tidak dapat mengelolah sumber daya di daerahnya sendiri.

Diharapkan dengan adanya pembelajaran pengeleolahan sirip hiu kemejan ini dapat menompang bahkan meningkatkan perekonomian Negara dan konservasi terhadap kelestarian habitat ikan hiu kemejan perlu di monitoring untuk kelangsungan hidupnya dan jumlah komoditas ikan hiu kemejan di perairan Kepri tetap terjaga. (KP).


Koriman Pembaca koranperbatasan.com Sabtu, 14 Desember 2019



Memuat...