Setelah dua hari pencarian intensif, ketiga korban ditemukan dalam keadaan selamat pada koordinat 4° 2’52.15″N, 108°13’53.53″E, atau sekitar 4,5 kilometer dari titik awal mereka masuk hutan. Seluruh korban dalam kondisi stabil dan langsung dikembalikan ke keluarga masing-masing.
Sebelumnya, pada hari ketujuh sejak keberangkatan, korban masih sempat berkomunikasi dan melaporkan keberadaan mereka kepada keluarga. Namun setelah itu, komunikasi terputus dan keberadaan mereka menjadi tidak terlacak, hingga akhirnya operasi SAR resmi dibuka.
“Alhamdulillah seluruh korban ditemukan tanpa kurang suatu apa pun. Kami mengapresiasi dedikasi semua unsur SAR yang telah bekerja keras dalam pencarian ini,” ucap Abdul Rahman.
Abdul Rahman juga menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam setiap aktivitas di alam terbuka, termasuk pemberitahuan waktu keberangkatan dan estimasi kepulangan kepada pihak keluarga atau perangkat desa setempat.
“Persiapan yang baik, alat komunikasi yang memadai, serta koordinasi dengan pihak berwenang adalah kunci keselamatan dalam kegiatan pencarian hasil hutan seperti gaharu,” imbuhnya.
Dengan keberhasilan ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya manajemen risiko dalam aktivitas di wilayah terpencil, guna menghindari terulangnya insiden serupa. (KP).
Kontributor : Humas Basarnas Natuna
Editor : Dhitto










