KABAR PERBATASANNASIONALPARLEMENTARIASUARA RAKYATSUMATERA UTARA

Tim Trauma Healing Mabes Polri Bantu Pulihkan Mental Personel Terdampak Banjir Aceh

×

Tim Trauma Healing Mabes Polri Bantu Pulihkan Mental Personel Terdampak Banjir Aceh

Sebarkan artikel ini
Potret suasana saat Tim Trauma Healing dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri memimpin sesi pemulihan psikologis bagi personel Polres Aceh Tamiang.

ACEH – Tim Trauma Healing dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri melaksanakan kegiatan pendampingan dan pemulihan psikologis bagi personel Polres Aceh Tamiang, Rabu (21/1/2026). Inisiatif ini merupakan respons atas dampak bencana hidrometeorologi (banjir) yang melanda wilayah Aceh dan turut mengganggu kondisi mental serta tempat tinggal sejumlah personel.

Kegiatan yang digelar di lingkungan Polres Aceh Tiamang ini dihadiri oleh personel dari berbagai tingkatan, termasuk pejabat utama dan Kapolsek yang rumahnya ikut terdampak banjir. Kepala Tim Trauma Healing Mabes Polri, AKBP Astiadi Prahastomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kesehatan mental jajarannya.

“Kegiatan ini atas inisiasi Bapak Kapolres Aceh Tamiang dan jajaran, serta sebagai bentuk kepedulian kami dari Biro Psikologi SSDM Polri untuk memulihkan kondisi psikologis seluruh jajaran Polda Aceh, khususnya jajaran Polres Aceh Tamiang,” ujar AKBP Astiadi.

Ia berharap, melalui intervensi ini, personel dapat mengelola stres dengan lebih baik, mendapatkan ketahanan mental yang lebih kuat, dan tetap siap menjalankan tugas pelayanan masyarakat meski menghadapi tekanan pascabencana.


Potret suasana saat Kapolsek Seruai AKP Teuku Davean berbagi cerita saat rumahnya terdampak banjir dalam sesi trauma healing.

Kenyataan pahit diungkapkan langsung oleh salah satu peserta, Kapolsek Seruai Polres Aceh Tamiang, AKP Teuku Davean. Ia mengaku rumahnya ikut terdampak banjir dan belum dapat ditinggali. “Rumah saya terdampak banjir. Untuk sementara rumah belum bisa ditinggali karena masih dalam keadaan berlumpur dan masih tahap pembersihan,” tuturnya.

Meski sedang berjuang memulihkan tempat tinggalnya sendiri, AKP Davean dan rekan-rekannya tetap harus menjalankan tugas pengamanan dan penanganan bencana di wilayah masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai kegiatan trauma healing sangat bermanfaat. “Kegiatan trauma healing ini bagi saya sangat bermanfaat dan bisa menambah semangat saya dalam melaksanakan dinas,” ujarnya. Ia bahkan menyarankan agar kegiatan serupa diadakan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Polda Kalbar Bekali Personel Jelang Pensiun dengan Pelatihan "Siap Pensiun Bahagia"

Kejadian ini menyoroti dimensi baru dalam penanganan bencana di tubuh Polri: perhatian terhadap kesehatan mental petugas garis depan. Melalui program ini, Mabes Polri menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan profesionalisme institusi tidak hanya dibangun melalui kemampuan operasional, tetapi juga melalui ketangguhan psikologis setiap personelnya.

Dukungan ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi optimal personel, sehingga mereka tetap dapat menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan jiwa yang pulih dan semangat yang terjaga, meski di tengah ujian bencana yang melanda wilayahnya sendiri. (KP).


Kontributor : Humas Polri 

Laporan : Ides


📊 Views: 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *