“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan Kelas VI SDN 002 Ranai yang dinilai mampu membangun karakter dan kreativitas siswa.”
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Umar Wirahadi Kusuma, S.E., memberikan apresiasi kepada SDN 002 Ranai atas suksesnya penyelenggaraan Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan Kelas VI tahun pelajaran 2025/2026.
NATUNA – Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Umar Wirahadi Kusuma, S.E., menghadiri kegiatan Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan Kelas VI SDN 002 Ranai.
Kegiatan yang digelar di Gedung Sri Serindit Ranai, Kamis (11/6/2026), berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni budaya dari para siswa.
Kehadiran Umar dalam kegiatan tersebut mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, S.H., M.Si., yang tidak dapat hadir karena mengikuti rapat koordinasi terkait Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Batam.
Dalam sambutannya, Umar menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, majelis guru, dan seluruh tenaga kependidikan SDN 002 Ranai yang telah mendidik serta membimbing siswa selama enam tahun.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga membutuhkan kerja sama kuat antara guru dan orang tua.
“Proses mendidik anak-anak saat ini tidak mudah. Tantangan guru zaman sekarang cukup berat, bahkan sering kali dihantui rasa takut saat memberikan hukuman atau kedisiplinan kepada siswa karena maraknya laporan dari orang tua,” ujar Umar.
Meski demikian, ia menilai SDN 002 Ranai mampu membangun hubungan yang baik antara sekolah dan wali murid.
“Alhamdulillah, di SDN 002 Ranai kerja sama dan sinergi antara wali murid dengan pihak sekolah berjalan sangat harmonis demi kemajuan pendidikan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Umar juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas VI SDN 002 Ranai yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar.
Ia menyampaikan bahwa kelulusan SD bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Di Kabupaten Natuna pilihan sekolah sudah sangat banyak, mulai dari SMP Negeri, SMP Swasta, MTs, hingga pondok pesantren. Bahkan perguruan tinggi pun sudah ada di daerah kita. Jadi tidak ada alasan lagi untuk putus sekolah,” tegasnya.
Selain mendorong keberlanjutan pendidikan, Umar juga menyampaikan pesan moral kepada para siswa agar tidak pernah melupakan jasa guru.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang telah memberikan ilmu sejak awal.
“Ingat, tidak ada yang namanya mantan guru. Berkah atau tidaknya ilmu yang kalian miliki nanti, sangat bergantung pada bagaimana cara kalian menghormati dan menghargai jasa guru-guru yang telah mengajar sejak dasar,” pesannya.
Umar juga menanggapi aspirasi pihak komite sekolah terkait rencana pembangunan Surau SDN 002 Ranai yang sudah tertunda kurang lebih dua tahun.
Ia mengakui bahwa fasilitas ibadah menjadi salah satu sarana pendukung penting dalam lingkungan pendidikan.
Menurutnya, keberadaan surau tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter siswa.
Namun, Umar menjelaskan keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Natuna saat ini menjadi salah satu kendala pemerintah daerah dalam merealisasikan seluruh kebutuhan sarana pendidikan secara cepat.
Di sisi lain, ia memberikan apresiasi kepada komite sekolah yang telah berupaya secara swadaya, termasuk melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan surau tersebut.
Dalam kesempatan itu, Umar juga berharap dukungan berbagai pihak, termasuk legislatif, agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat terus diperjuangkan.
“Kebetulan ada Pak Dewan dari Komisi I di sini. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi secara cepat jika dimasukkan ke dalam program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan,” ungkapnya.
Menurut Umar, kebutuhan bangunan surau sekolah dasar tidak terlalu besar, namun memiliki manfaat yang sangat penting bagi pembinaan karakter peserta didik.
“Ukuran mushola sekolah dasar itu tidak terlalu besar, cukup 7×7 meter. Semoga lewat dukungan bersama, pembangunan Surau SDN 002 Ranai ini bisa segera terwujud,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










