Penulis : Sri Dinda Mulyawati
Jurusan: Budidaya Perairan
Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
Nim : 190254243004
DI LINGGA terdapat salah satu pantai yang sangat indah dengan pemandangan matahari terbenamnya (sunset). Pantai ini terletak di Kampung Pana, Pulau Singkep, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau sehingga pantai ini dinamakan dengan Pantai Sunset Pana.
Selain sunsetnya yang indah, di pantai ini juga terdapat aneka ragam biota laut dan tumbuhan laut yang unik dan menarik. Biota-biota dan tumbuhan laut yang terdapat di pantai ini ada dari filum cnidaria yaitu ubur-ubur (Clarias sp) atau biasanya warga yang tinggal di kampung tersebut menyebutnya dengan “Ampai”.
Ampai ini tidaklah setiap hari bisa ditemukan diperairan laut tersebut. Ampai hanya akan muncul pada musim-musim tertentu, seperti musim angin kencang. Ubur-ubur ini memiliki sengat yang berbahaya. Mereka menggunakan sengatnya untuk menangkap mangsa dan melindungi diri.

Tubuh mereka terdiri atas mesoglea, suatu bahan tak hidup yang mirip jeli. Mereka memiliki bentuk tubuh yaitu medusa yang berenang bebas. Di Pantai Sunset Pana ini juga terdapat biota dari filum moluska dan crustacea seperti cumi-cumi (Mastigoteuthis flammea) atau biasa warga setempat menyebutnya “Nos”.
Cumi-cumi ini memiliki tubuh lunak dan biasanya hidup dicelah batu karang ataupun berenang diperairan. Nos ini banyak sekali ditangkap oleh warga di kampung ini untuk dikonsumsi atau dimakan dan biasanya dimanfaatkan oleh nelayan setempat sebagai umpan memancing.
Udang-udangan, kepiting, kerang-kerangan, gonggong juga banyak terdapat di sekitar pantai ini. Kemudian ada juga biota laut dari filum echinodermata yaitu Bintang Laut (Sea Star) dan Teripang Hitam atau warga biasa menyebutnya dengan “Butu Keleng”. Bintang Laut dan Teripang biasa hidup di habitat yang berpasir atau dicelah-celah bebatuan.
Mereka berjalan dengan cara merayap. Tetapi untuk saat ini Teripang Hitam kurang dimanfaatkan oleh warga setempat, karena mereka kurang pemahaman tentang Teripang jenis ini. Selain biota laut, di Pantai Sunset Pana ini juga terdapat tumbuhan laut yang berkembang dan hidup seperti mangrove, rumput laut (seaweed) dan lamun (seagrass).

Mangrove tumbuh dan berkembang banyak di pesisir pantai ini sehingga mangrove menjadi penambah keindahan pantai. Mangrove ini biasanya tumbuh dihabitat berlumpur dan banyak sekali biota-biota yang tinggal serta mencari makan seperti kerang-kerangan, siput, udang kecil, ikan bletok, dan lainnya. Mangrove ini mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai penahan abrasi, pelindung dari gelombang kuat dan angin kencang.
Rumput Laut (seaweed) sering berada diatas permukaan air. Rumput Laut ini akan muncul pada saat air laut benar-benar pasang dan gelombangnya sedikit kuat. Rumput Laut yang sering muncul di pantai tersebut biasanya rumput laut dari jenis Sargassum atau warga setempat menyebutnya “Rumput Laut Keletop”. Pada saat air surut dibagian tepi pantainya akan terdapat banyak sekali rumput laut tersebut.
Kemudian ada juga lamun (seagrass) yang berada ditengah-tengah laut pantai tersebut yang akan kelihatan pada saat air mulai surut, sedang atau sebagian. Banyak biota yang tinggal dan hidup di lamun tersebut, seperti gonggong dari kelas gastropoda, ikan sembilang, dan ikan-ikan kecil lainnya.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus menjaga dan melestarikan biota-biota laut dan tumbuhan laut. Konsumsilah biota-biota laut yang bisa dimakan tersebut dengan sebaik-baiknya. Gunakan sesuai kebutuhan sehari-hari kita. Dan jagalah tumbuhan-tumbuhan laut tersebut dan lestarikan dengan sebaik mungkin. (KP).
Kiriman Pembaca koranperbatasan.com Senin, 16 Desember 2019










