KEMISKINAN di Indonesia bukan hanya soal angka pengeluaran per kapita atau pendapatan di bawah garis tertentu. Ia adalah warisan panjang dari struktur sosial dan ekonomi yang timpang.
Inilah yang disebut dengan kemiskinan structural, kemiskinan yang dibentuk dan dipertahankan oleh sistem, dan bukan semata karena kurang usaha dari individu.
Selama puluhan tahun, negara seakan abai terhadap luka sosial ini. Meski program bantuan sosial silih berganti hadir, esensinya tidak menyentuh akar masalah. Bantuan hanya bersifat tambal sulam, tanpa reformasi kebijakan yang mampu membongkar ketimpangan mendasar: akses terhadap pendidikan, pekerjaan yang layak, tanah, hingga layanan kesehatan.
Anak dari keluarga miskin akan lebih mungkin menjadi miskin juga di masa dewasa. Ini bukan mitos, ini kenyataan yang dikuatkan oleh data. Ketika seorang anak tumbuh dalam keluarga yang tidak mampu menyekolahkannya dengan layak, peluangnya untuk keluar dari jerat kemiskinan hampir tertutup. Dan ini terjadi dalam siklus yang berulang.










