LINGKUNGAN & KELAUTANNATUNAUMKM PERBATASAN

Lurah Ranai Darat Natuna Ubah Limbah Kayu Bernilai Ekonomi

×

Lurah Ranai Darat Natuna Ubah Limbah Kayu Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Lurah Ranai Darat Natuna, A. Era Juein Marisa, S.Sos., bersama ibu-ibu PKK, kader Posyandu, dan ibu RT mengikuti pelatihan merangkai bunga dari limbah kayu bersama Lanud Raden Sadjad sebagai upaya meningkatkan kreativitas serta peluang ekonomi masyarakat.

“Kelurahan Ranai Darat Kabupaten Natuna bersama ibu-ibu penggerak masyarakat mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah kayu menjadi rangkaian bunga bernilai seni dan ekonomi.”

Lurah Ranai Darat Natuna, A. Era Juein Marisa, S.Sos., bersama ibu-ibu PKK, kader Posyandu, dan ibu RT mengikuti pelatihan merangkai bunga dari limbah kayu di Lanud Raden Sadjad Ranai sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan peluang ekonomi masyarakat.

NATUNA – Limbah kayu yang biasanya dianggap tidak berguna ternyata mampu diubah menjadi karya seni bernilai melalui kreativitas dan sentuhan tangan masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Kelurahan Ranai Darat Kabupaten Natuna saat mengikuti pelatihan merangkai bunga berbahan dasar kayu bekas yang digelar di Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Sabtu (5/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., bersama ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta para ibu RT di lingkungan Kelurahan Ranai Darat.

Para peserta berangkat bersama menuju lokasi pelatihan setelah mendapat fasilitas penjemputan menggunakan kendaraan operasional Basarnas.

Era mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari undangan pihak Lanud Raden Sadjad untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan bahan bekas menjadi produk kreatif.

“Lanud mengundang kami untuk mengajarkan bahwa kayu dari pohon yang sudah dibuang dan tidak dipakai itu ternyata masih bisa diolah menjadi sesuatu seni yang indah dan bernilai,” ujar Era kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Jumat (12/6/2026).

Menurut Era, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, bahwa kreativitas dapat membuka peluang ekonomi.

Ia menilai, kayu bekas yang selama ini tidak dimanfaatkan bisa disulap menjadi rangkaian bunga menarik yang memiliki nilai jual.

“Kami bersama ibu-ibu sangat semangat untuk mengembangkan keahlian ini menjadi tambahan ekonomi. Karena rangkaian kayu bekas bisa menjadi sesuatu rangkaian bunga yang indah dan bernilai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ranai Darat Wakili Natuna, Andalkan Kerja Nyata pada Lomba Kelurahan Kepri

Era menambahkan, keterampilan tersebut menjadi peluang bagi ibu-ibu Ranai Darat untuk terus berkarya sekaligus menciptakan produk ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

“Maka dari itu, ini menjadi peluang bagi kami untuk berkarya,” tambahnya.

Selain berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan, kemampuan merangkai bunga dari limbah kayu juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi.

Menurutnya, ibu-ibu dapat mempercantik rumah masing-masing tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli hiasan.

“Setidaknya ibu-ibu untuk memperindah rumah mereka tidak perlu lagi membeli dengan harga mahal, tetapi sudah bisa merangkai sendiri sesuai dengan kreativitas dan karya mereka masing-masing,” jelasnya.

Era berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut tidak berhenti pada peserta yang hadir saja, melainkan dapat dibagikan kepada masyarakat lainnya di Kelurahan Ranai Darat.

Dengan begitu, pemanfaatan limbah lingkungan dapat terus berkembang menjadi karya seni yang produktif sekaligus mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

“Mereka bisa menghias rumah dan tidak perlu lagi membeli hiasan rumah yang harganya mahal,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *