“Kelurahan Ranai Darat Kabupaten Natuna menggandeng Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) melakukan aksi pengendalian hama tupai untuk membantu menjaga hasil perkebunan kelapa masyarakat.”
Lurah Ranai Darat Natuna, A. Era Juein Marisa, S.Sos., mengapresiasi dukungan Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) dalam membantu masyarakat mengatasi gangguan hama tupai yang menyerang tanaman kelapa milik petani.
NATUNA – Kelurahan Ranai Darat Kabupaten Natuna bersama Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) turun langsung melakukan aksi pengendalian hama tupai yang selama ini menjadi ancaman bagi hasil perkebunan kelapa warga.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (10/5/2026) tersebut dilakukan dengan menyisir sejumlah kawasan perkebunan hingga area hutan yang berada di wilayah Kelurahan Ranai Darat.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah kelurahan bersama komunitas masyarakat dalam membantu para petani menjaga hasil perkebunan.
Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., mengatakan, keberadaan hama tupai cukup berdampak terhadap tanaman kelapa yang menjadi salah satu potensi masyarakat setempat.
Menurutnya, banyaknya pohon kelapa di wilayah Ranai Darat harus dijaga agar tetap memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Kami Kelurahan Ranai Darat mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dari KPDN untuk membasmi hama di Kelurahan Ranai Darat. Terima kasih banyak,” ujar Era kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Jumat (12/6/2026).
Era menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu petani yang selama ini terdampak akibat serangan hama tupai.
Ia berharap dengan adanya aksi bersama tersebut, hasil perkebunan kelapa warga dapat kembali meningkat.
“Karena Kelurahan Ranai Darat banyak kelapa. Kita ingin menyelamatkan kelapa yang ada, kasihan petani kita. Ini juga untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan penyisiran langsung hingga ke kawasan hutan dan perkebunan warga.
Era menyebutkan, pengendalian hama dilakukan secara sederhana menggunakan peralatan tradisional seperti ketapel.
“Pakai ketapel. Karena kami masuk sampai ke hutan-hutan,” ungkapnya.
Selain itu, faktor keamanan juga menjadi perhatian karena lokasi yang dilewati merupakan kawasan hutan dengan kondisi alam yang cukup menantang.
Menurut Era, peserta kegiatan tetap harus berhati-hati selama berada di lapangan.
“Ada yang membawa perlengkapan pengamanan juga karena kami sampai masuk ke hutan-hutan. Kita tetap waspada, takut ada ular atau binatang lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan KPDN dalam kegiatan sosial tersebut menjadi bukti bahwa komunitas masyarakat dapat ikut berperan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
Kolaborasi antara Kelurahan Ranai Darat dan KPDN diharapkan dapat terus terjalin, tidak hanya dalam menjaga sektor perkebunan, tetapi juga berbagai kegiatan sosial lainnya.
Melalui aksi bersama ini, Kelurahan Ranai Darat berharap hasil perkebunan masyarakat tetap terjaga sehingga mampu mendukung perekonomian para petani kelapa. (KP).
Laporan: Dini










