NATUNAPENDIDIKAN

Sekjen DEMA IAI Natuna Apresiasi PBAK, Dorong Evaluasi Teknis

×

Sekjen DEMA IAI Natuna Apresiasi PBAK, Dorong Evaluasi Teknis

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa baru IAI Natuna bersama panitia PBAK 2026 berfoto bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) untuk memperkenalkan lingkungan kampus sekaligus membangun kekompakan dan semangat kebersamaan mahasiswa baru.

“Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Natuna mengapresiasi dukungan kampus dan kerja panitia dalam pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, sekaligus mendorong evaluasi pada aspek teknis agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan semakin baik.”

Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Natuna periode 2025–2026, Sonia, mengapresiasi pihak kampus dan seluruh panitia atas terselenggaranya Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 yang melibatkan lebih dari 90 mahasiswa baru dan sekitar 20 panitia. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah awal penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, organisasi kemahasiswaan, serta membangun kebersamaan.

NATUNA – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di IAI Natuna mendapat apresiasi dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Natuna. Kegiatan yang diikuti lebih dari 90 mahasiswa baru dan sekitar 20 panitia tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi kepada mahasiswa baru.

Sekretaris Jenderal DEMA IAI Natuna periode 2025–2026, Sonia, menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus yang telah memberikan dukungan serta kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan menjalankan rangkaian kegiatan PBAK.

“Kami mengapresiasi pihak kampus yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PBAK. Kami juga menghargai kerja keras seluruh panitia yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi menyambut mahasiswa baru,” ujar Sonia.

Menurut Sonia, PBAK memiliki peran penting karena menjadi salah satu pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memahami lingkungan perguruan tinggi, sistem perkuliahan, budaya akademik, hingga kehidupan organisasi kemahasiswaan.

“PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru mulai mengenal sistem perkuliahan, lingkungan kampus, budaya akademik, dan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa,” katanya.

Berdasarkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, mahasiswa baru mengikuti berbagai agenda yang bersifat akademik, edukatif, organisatoris, keagamaan, sosial, dan rekreatif.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pemeriksaan perlengkapan, pengarahan panitia, serta upacara pembukaan. Mahasiswa baru kemudian mendapatkan materi mengenai cara belajar di perguruan tinggi Islam yang disampaikan oleh pimpinan kampus.

Selain itu, mahasiswa baru memperoleh materi bertema “Mengenal Akar Budaya dan Memperkokoh Jati Diri” serta materi alumni bertajuk “Belajar, Berkarya, dan Berdampak”.

Materi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memahami kehidupan akademik, identitas budaya, serta peran mahasiswa dalam lingkungan kampus dan masyarakat.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan profil dan lingkungan kampus. Peserta diarahkan untuk mengenal fasilitas, ruang belajar, serta lingkungan yang nantinya menjadi bagian dari aktivitas perkuliahan.

Baca Juga:  Asrama Natuna Pontianak Memprihatinkan, Pemda Diminta Jangan Tutup Mata

Organisasi Kemahasiswaan Jadi Bagian PBAK

Salah satu bagian penting dalam rangkaian PBAK 2026 adalah pengenalan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan sejumlah organisasi internal maupun eksternal kampus, di antaranya DEMA, SEMA, PPM, LDK, MAPALA, dan KSR.

Sonia menilai pengenalan organisasi penting untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai berbagai ruang pengembangan diri di luar kegiatan perkuliahan.

“Organisasi kemahasiswaan merupakan ruang belajar di luar kelas. Mahasiswa dapat melatih keberanian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian sosial melalui organisasi yang sesuai dengan minat mereka,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan organisasi mahasiswa dalam PBAK juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program kampus. Karena itu, komunikasi antara panitia dan perwakilan organisasi perlu dipersiapkan dengan baik agar penyampaian informasi kepada mahasiswa baru dapat berlangsung tertib dan maksimal.

PBAK Bangun Kebersamaan Mahasiswa Baru

Selain materi akademik dan organisasi, rangkaian PBAK 2026 juga diisi dengan kegiatan yang membangun kebersamaan.

Sejumlah agenda tersebut antara lain senam, operasi semut untuk membersihkan lingkungan kampus, latihan dan penampilan yel-yel, serta permainan kelompok.

Permainan seperti sambung ayat, balas pantun bertema budaya, dan estafet karet menjadi bagian dari kegiatan yang dirancang untuk membangun kekompakan, kreativitas, sportivitas, serta interaksi antarmahasiswa baru.

“Panitia telah berusaha membuat PBAK tidak hanya berisi materi, tetapi juga kegiatan yang menyenangkan dan membangun kebersamaan. Ini merupakan hal positif yang patut diapresiasi,” tutur Sonia.

Kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari rangkaian PBAK, di antaranya pelaksanaan salat berjemaah dan istirahat bersama.

Menurut Sonia, perpaduan antara kegiatan akademik, organisasi, keagamaan, sosial, dan permainan menunjukkan adanya upaya menghadirkan kegiatan yang beragam bagi mahasiswa baru.

Evaluasi Teknis Jadi Catatan

Meski memberikan apresiasi, Sonia menilai masih terdapat sejumlah aspek teknis yang dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya.

Evaluasi tersebut antara lain menyangkut koordinasi, ketepatan waktu, kesiapan pembawa acara, komunikasi dengan pengisi kegiatan, serta penyusunan rencana cadangan ketika terjadi perubahan di lapangan.

Menurut Sonia, perubahan maupun keterlambatan dalam sebuah kegiatan dapat terjadi karena berbagai kendala. Namun, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui persiapan dan koordinasi yang lebih matang.

“kekurangan teknis dalam sebuah kegiatan merupakan bahan pembelajaran. Hal terpenting adalah bagaimana panitia, organisasi mahasiswa, dan pihak kampus duduk bersama untuk mengevaluasinya tanpa saling menyalahkan,” jelasnya.

Ia mendorong agar evaluasi tetap diarahkan pada aspek pelaksanaan kegiatan sehingga dapat menghasilkan perbaikan yang konkret.

Baca Juga:  IAI Natuna Resmi Berdiri, Umar Targetkan Naik Status Universitas 

Sonia juga menilai apabila terdapat persoalan lain di luar teknis PBAK, pembahasannya sebaiknya dilakukan secara terpisah melalui mekanisme yang tepat.

“Jika ada persoalan serius yang menyangkut lingkungan akademik atau penilaian mahasiswa, tentu harus disampaikan dengan data, fakta, dan kronologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pembahasannya perlu dilakukan melalui ruang yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

Komunikasi Panitia dan Organisasi Perlu Diperkuat

Berdasarkan evaluasi bersama Presiden Mahasiswa periode 2025–2026, Sonia menilai komunikasi antara ketua panitia dan pengurus organisasi mahasiswa masih dapat ditingkatkan.

Menurutnya, pengalaman pengurus DEMA dalam kegiatan serupa sebelumnya dapat menjadi bahan pembelajaran dan masukan bagi pelaksanaan PBAK selanjutnya.

“Kami terbuka untuk berdiskusi dan memberikan masukan berdasarkan pengalaman kepanitiaan sebelumnya. Komunikasi dengan organisasi mahasiswa, senior, dan pihak kampus penting dilakukan sejak tahap perencanaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, masukan tersebut bukan untuk menyudutkan ketua panitia maupun mengurangi penghargaan terhadap kerja keras seluruh panitia.

Sebaliknya, evaluasi diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran agar pelaksanaan kegiatan mahasiswa ke depan dapat lebih terencana dan terkoordinasi.

Apresiasi untuk Kampus dan Panitia

Sonia kembali menegaskan bahwa pelaksanaan PBAK 2026 merupakan hasil kerja bersama antara pihak kampus, panitia, organisasi kemahasiswaan, narasumber, dan mahasiswa baru.

Ia mengapresiasi pihak kampus yang telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Kampus telah memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk menjadi panitia dan menjalankan kegiatan. Kepercayaan tersebut merupakan kesempatan belajar yang sangat berharga,” katanya.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir.

Menurut Sonia, kekurangan yang masih ditemukan tidak seharusnya menghilangkan penghargaan terhadap kerja keras panitia. Kekurangan tersebut justru dapat menjadi bahan pembelajaran untuk perbaikan pada kegiatan berikutnya.

“Tidak ada kegiatan yang sepenuhnya sempurna. Kerja keras panitia tetap harus diapresiasi, sedangkan kekurangannya kita jadikan pelajaran. Evaluasi harus menghasilkan perbaikan, bukan memperbesar perbedaan,” tegas Sonia.

Ia berharap PBAK 2026 dapat menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru dalam mengenal kehidupan perguruan tinggi sekaligus membangun hubungan positif dengan seluruh unsur kampus.

“PBAK merupakan pintu pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal kampus. Mari menjaga semangat kebersamaan, memperkuat komunikasi, dan bersama-sama membangun IAI Natuna menjadi lebih baik,” pungkasnya.


Laporan: Dini


📊 Views: 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *