“Program bantuan 10.000 bibit lele dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna mendapat pengawasan Kelurahan Ranai Darat agar berkembang menjadi usaha produktif dan membantu perekonomian warga.”
Lurah Ranai Darat, A Era Juein Marisa, S.Sos., mengapresiasi bantuan 10.000 ekor bibit ikan lele dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna kepada kelompok Maju Bersama Grup (MBG) di Jalan Air Tawak. Ia memastikan pihak kelurahan melakukan monitoring terhadap perkembangan bibit dan usaha kelompok tersebut agar bantuan dapat memberikan manfaat bagi anggota dan keluarga mereka.
NATUNA — Dinas Perikanan Kabupaten Natuna menyalurkan bantuan 10.000 ekor bibit ikan lele kepada kelompok pembudidaya Maju Bersama Grup (MBG) di Kelurahan Ranai Darat.
Lurah Ranai Darat, A Era Juein Marisa, S.Sos., mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu warga mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
Menurutnya, kelompok MBG baru terbentuk sekitar sebulan lalu setelah mendapat informasi mengenai program bantuan dari Dinas Perikanan. Kelompok tersebut beranggotakan 10 orang.
Sebelum mendapatkan bantuan, kelompok hanya memiliki dua kolam. Setelah mengetahui adanya program tersebut, para anggota bergotong royong menambah kolam dengan menyumbangkan kayu, terpal, dan kebutuhan lainnya.
Dari upaya tersebut, jumlah kolam yang tersedia kini menjadi tujuh kolam.
“Begitu ada informasi program bantuan bibit dengan syarat membentuk kelompok beranggotakan 10 orang, para anggota bergotong royong menyumbang kayu dan terpal hingga berhasil menambah lima kolam baru. Sekarang total ada tujuh kolam,” ujar Era saat diwawancarai di lokasi, Jumat (11/9/2026).
Ia menilai bantuan tersebut menjadi peluang bagi anggota kelompok yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap. Usaha budidaya lele diharapkan dapat menjadi sarana membuka lapangan pekerjaan sekaligus sumber pemasukan tambahan bagi keluarga.
“Usaha ini menjadi sarana pembuka lapangan kerja dan sumber pemasukan bagi keluarga mereka. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perikanan atas dukungannya,” terangnya.
Kelurahan Lakukan Monitoring
Era menjelaskan, Dinas Perikanan memberikan bantuan berupa bibit ikan, sedangkan kebutuhan pakan menjadi tanggung jawab kelompok.
Untuk pemasaran, hasil panen lele nantinya direncanakan dijual langsung ke warung-warung kuliner pecel lele di kawasan Ranai. Hasil penjualan kemudian dikelola kembali untuk membeli pakan pada putaran berikutnya.
“Dari Dinas Perikanan hanya memberi bibit, bukan pakan. Pakan dari kelompok. Nanti kalau panen biasanya dijual ke pecel lele. Hasil jualnya digunakan untuk membeli pakan kembali,” jelasnya.
Agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan, pihak Kelurahan Ranai Darat akan melakukan monitoring secara berkala. Era mengatakan dirinya setidaknya akan mengecek perkembangan kelompok tersebut satu kali dalam seminggu.
Ia juga meminta ketua kelompok melakukan pencatatan terhadap perkembangan bibit, termasuk jumlah ikan yang mati setiap hari.
“Saya minta ketua kelompok mencatat jumlah kematian bibit per hari serta perkembangannya. Jangan sampai bantuan yang diberikan dari dinas tidak termanfaatkan dengan baik,” tegasnya.
Menurut Era, pencatatan tersebut penting untuk mengetahui perkembangan budidaya sekaligus menjadi bahan laporan kepada Dinas Perikanan.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi dapat terus berkembang sehingga kelompok MBG mampu mandiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan pemerintah.
Diharapkan Jadi Contoh Warga
Era juga berharap keberhasilan kelompok MBG nantinya dapat menjadi contoh bagi masyarakat Kelurahan Ranai Darat untuk membentuk kelompok usaha baru.
“Harapan saya, kelompok MBG ini bisa makin sukses dan mandiri sehingga tidak terus bergantung pada bantuan. Suksesnya kelompok ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi warga Ranai Darat,” tutupnya.
Ia juga berharap dukungan dari Dinas Perikanan dapat terus berlanjut, baik melalui bantuan bibit lele maupun program lainnya, sehingga semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan mengembangkan usaha.
Laporan: Dini










