EKONOMI PERBATASANNATUNAPOTRET NELAYAN

Dari Iseng, Andrika Tober Kini Kelola 11 Ribu Lele

×

Dari Iseng, Andrika Tober Kini Kelola 11 Ribu Lele

Sebarkan artikel ini
Andrika Tober berdiri di lokasi kolam budidaya ikan lele miliknya di Ranai Darat, Kabupaten Natuna.

“Berawal dari mencoba dua kolam dengan 500 ekor bibit, Andrika Tober kini serius mengembangkan budidaya lele di Ranai Darat. Bersama kelompoknya, ia mengelola sekitar 11.000 ekor lele dengan tantangan utama biaya pakan yang cukup besar.”

Pembudidaya ikan lele, Andrika Tober, mengaku awalnya hanya mencoba usaha budidaya lele di lahan sekitar rumah. Namun, setelah melihat peluang dari hasil budidaya dan mendapat dukungan bantuan bibit dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, usaha tersebut kini berkembang hingga mengelola sekitar 11.000 ekor lele di kawasan Jalan Air Tawak, Kelurahan Ranai Darat.

NATUNA — Berawal dari sekadar mencoba, Andrika Tober kini serius menekuni usaha budidaya ikan lele di kawasan Jalan Air Tawak, Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna.

Mantan anggota Polri tersebut mengatakan usaha budidaya lele telah dijalaninya hampir satu tahun. Awalnya, ia hanya mengelola dua kolam dengan sekitar 500 ekor bibit lele.

“Awalnya cuma iseng, coba-coba saja. Waktu itu sekitar 500 ekor. Sekarang sudah ada hasilnya,” ujar Andrika kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di lokasi kolam, Jumat (11/9/2026).

Dari usaha tersebut, lele hasil budidayanya mulai dipasarkan ke sejumlah rumah makan. Ia menyebut salah satu tujuan pemasaran adalah rumah makan Lamongan seperti Citrarasa. Selain itu, lele juga pernah dikirim ke Kecamatan Subi menggunakan kapal.

“Kalau untuk sekarang ada tiga tempat, Citrarasa, Lamongan, sama kirim ke Subi. Kemarin baru sekali kirim, sekitar 17 kilogram, coba-coba saja,” katanya.

Seiring perkembangan usaha, Andrika bersama sembilan tetangganya membentuk kelompok bernama Maju Bersama Grup (MBG). Kelompok tersebut dibentuk sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan program dari Dinas Perikanan.

Menurutnya, pihak dinas terlebih dahulu melakukan survei untuk memastikan kesiapan kolam sebelum memberikan bantuan.

Baca Juga:  Disperindag Natuna Masih Menerima Pengajuan Bantuan Produktif Usaha Mikro

“Kalau untuk bantuan itu syaratnya ada kolam dan ada kelompok. Yang penting ada kolamnya,” jelasnya.

Setelah mendapatkan bantuan bibit, jumlah ikan yang dikelolanya bersama kelompok kini mencapai sekitar 11.000 ekor.

Bibit Gratis, Pakan Jadi Tantangan

Andrika mengaku bantuan bibit dari pemerintah sangat membantu kelompoknya. Ia memperkirakan harga bibit lele sekitar Rp500 per ekor. Dengan jumlah 10.000 ekor, kebutuhan untuk membeli bibit saja dapat mencapai sekitar Rp5 juta.

“Kalau beli bibit sekitar Rp500 per ekor. Kalau ini kan cuma-cuma,” ujarnya.

Namun, menurut Andrika, biaya terbesar justru berada pada kebutuhan pakan. Untuk membesarkan sekitar 10.000 ekor lele hingga panen, biaya pakan dapat mencapai belasan juta rupiah dan berpotensi menembus Rp20 juta.

“Bibitnya memang dibantu, tapi yang mahal itu makannya. Untuk 10.000 ekor bisa belasan juta, bahkan sekitar Rp20 jutaan sampai panen,” ungkapnya.

Ia juga menghadapi risiko kematian ikan akibat kanibalisme. Lele dapat saling memangsa apabila kebutuhan pakan tidak terpenuhi.

“Rawan juga. Kalau kurang makan, lele ini bisa saling makan atau kanibal,” katanya.

Harga Jual Rp35 Ribu per Kilogram

Untuk pemasaran, kelompok tersebut menetapkan harga jual lele sekitar Rp35.000 per kilogram.

Hasil penjualan nantinya akan dikelola bersama anggota kelompok. Karena kelompok masih tergolong baru, mekanisme pembagian hasil belum ditentukan dalam persentase tertentu.

“Kalau untuk anggota sama-sama bagi hasil. Untuk persentasenya belum bisa ditentukan karena baru mulai. Nanti setelah ada hasil baru dibagi,” jelas Andrika.

Ia mengatakan kelompok tersebut saat ini beranggotakan 10 orang yang berasal dari lingkungan tetangga sekitar.

Menurutnya, keberadaan kelompok dan bantuan bibit memberikan peluang baru bagi warga untuk mengembangkan usaha. Sebelumnya, sebagian anggota belum memiliki pekerjaan tetap.

Baca Juga:  Ranai Darat Bangun Porta Nubium Stone, Ikon Wisata Baru Bernuansa Kafe Kekinian

Berharap Usaha Terus Berkembang

Andrika berharap budidaya lele yang dijalankannya bersama kelompok MBG dapat berkembang dan menghasilkan panen yang optimal.

“Harapan saya semoga berhasil. Masalahnya pakan ini mahal. Kalau sudah besar dan panen, alhamdulillah,” ujarnya.

Ia berharap usaha tersebut dapat menjadi sumber pemasukan bagi anggota kelompok sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Bagi Andrika, usaha yang awalnya hanya dilakukan untuk mencoba kini mulai menunjukkan peluang. Dengan dukungan bibit dan kerja kelompok, budidaya lele diharapkan dapat terus berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas.


Laporan: Dini


📊 Views: 189

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *