KABAR PERBATASANNATUNAPARIWISATAPEMBANGUNAN DAERAHPEMERINTAHANPOTRET PERBATASAN

Ranai Darat Bangun Porta Nubium Stone, Ikon Wisata Baru Bernuansa Kafe Kekinian

×

Ranai Darat Bangun Porta Nubium Stone, Ikon Wisata Baru Bernuansa Kafe Kekinian

Sebarkan artikel ini
Desain promosi Porta Nubium Stone, gerbang batu granit alami di Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna, yang dipersiapkan sebagai ikon wisata baru dengan konsep geowisata, panorama alam, dan kafe kekinian berbasis potensi lokal.

“Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna, mulai mengembangkan kawasan Porta Nubium Stone sebagai ikon wisata baru dengan konsep kafe kekinian yang memanfaatkan gerbang batu alami. Program ini diawali melalui kegiatan gotong royong bersama aparatur kelurahan sebagai bagian dari penataan lingkungan dan pengembangan destinasi berbasis potensi lokal.”

Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., mengatakan Pemerintah Kelurahan Ranai Darat mulai mengembangkan kawasan Porta Nubium Stone sebagai ikon wisata baru yang memadukan keindahan gerbang batu alami dengan konsep kafe kekinian. Pengembangan tersebut diawali melalui kegiatan gotong royong bersama seluruh staf Kelurahan Ranai Darat di lingkungan kantor lurah, Jumat (26/6/2026).

NATUNA — Kegiatan gotong royong itu tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kantor lurah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan pelayanan publik yang nyaman sekaligus memiliki daya tarik wisata.

Konsep yang disiapkan adalah membangun sebuah pendopo dan area kafe yang memanfaatkan keindahan batu alami yang telah terbentuk secara alami selama jutaan tahun. Kawasan tersebut diberi nama Latin Porta Nubium Stone, yang diharapkan menjadi identitas baru Kelurahan Ranai Darat.

Era Juein Marisa menjelaskan, konsep tersebut sengaja dirancang agar masyarakat maupun tamu yang datang ke Kantor Lurah Ranai Darat merasakan suasana yang berbeda dibandingkan kantor pemerintahan pada umumnya.

“Kami ingin membuat suasana yang berbeda. Jadi ketika ada tamu datang ke kantor lurah, mereka disambut dengan suasana kafe kekinian yang dikelola anak-anak muda. Kami ingin warga merasa nyaman datang ke kantor lurah dengan fasilitas yang kami bangun,” ujarnya kepada koranperbatasan.com melalui pesan WhatsApp.

Ia mengungkapkan, nantinya pemerintah kelurahan akan membangun sebuah pendopo yang menyatu dengan kawasan batu alami tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata sekaligus ruang berkumpul masyarakat.

Baca Juga:  Aset Tepi Laut Bukan Milik Swasta, Hajarullah: Serahkan Pengelolaan ke Pemko Tanjungpinang!

“Kami mau membuat pendopo dengan memanfaatkan batu alami yang indah untuk dijadikan tempat pariwisata dan kafe-kafe kekinian anak muda,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan kawasan tersebut direncanakan akan melibatkan Karang Taruna Kelurahan Ranai Darat sebagai pengelola utama. Sementara dukungan permodalan akan dibantu oleh Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) sebagai bentuk kolaborasi dalam pemberdayaan pemuda.

Tidak hanya menghadirkan suasana modern, Pemerintah Kelurahan Ranai Darat juga akan memperkenalkan kuliner khas Natuna kepada setiap tamu yang berkunjung.

“Nanti setiap tamu yang datang akan kami suguhkan makanan khas Natuna seperti tabel mando dan kernas,” jelasnya.

Meski konsep pengembangan kawasan telah disiapkan, A. Era Juein Marisa mengaku masih mempertimbangkan nama yang paling tepat untuk gerbang batu alami tersebut agar memiliki nilai filosofi dan daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

Ia berharap keberadaan Porta Nubium Stone nantinya mampu menjadi ikon baru Kelurahan Ranai Darat sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi alam di Kabupaten Natuna.

“Harapannya kantor lurah sendiri punya ikon pariwisata yang indah. Orang masuk melalui apitan batu, kemudian keluar disambut pemandangan pegunungan yang indah. Selain itu, warga Kelurahan Ranai Darat juga merasa nyaman datang ke kantor lurah dengan fasilitas yang kami siapkan,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 172

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *