“Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., meminta para guru, komite sekolah, dan orang tua tidak ragu menjalankan kegiatan pendidikan serta pembinaan karakter peserta didik. Ia menegaskan Polres Natuna tidak bermaksud mengintervensi tugas pendidik, tetapi siap membangun kolaborasi untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan anak dan remaja, mulai dari perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, penggunaan vape, hingga pelanggaran lalu lintas.”
NATUNA – Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., meminta para guru dan pihak sekolah tidak merasa takut dalam menjalankan tugas mendidik, membimbing, serta membentuk karakter peserta didik. Kepolisian menegaskan siap berkolaborasi dengan tenaga pendidik, komite sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah untuk menangani berbagai persoalan yang terjadi di kalangan pelajar.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres dalam forum diskusi program Polisi Menyapa yang mempertemukan jajaran kepolisian dengan perwakilan sekolah, komite, orang tua murid, dan sejumlah unsur pemerintah daerah di Kabupaten Natuna.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran kepolisian bukan untuk mengintervensi kegiatan pendidikan yang dijalankan sekolah. Sebaliknya, forum tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mencari penyelesaian bersama terhadap persoalan yang dihadapi dunia pendidikan.
Ia meminta para guru tetap menjalankan kegiatan pembelajaran dan pembinaan sebagaimana mestinya. Menurutnya, tanggung jawab membentuk generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
“Silakan melakukan kegiatan yang rutin, Bapak dan Ibu sekalian. Baik guru, komite, wali murid, ada kan agenda kami. Tidak perlu takut Pak polisi nanti mau intervensi dan sebagainya. Enggak, kita cari solusi yang bersama. Jangan hanya dari kami Pak, dari kepolisian, ajak dari Bapak-bapak sekalian,” ujar Kapolres.
Ia juga membuka ruang bagi pihak sekolah maupun komite untuk menyampaikan masukan dan usulan kepada kepolisian. Menurutnya, berbagai persoalan yang berkaitan dengan perilaku dan etika anak perlu dibahas bersama agar ditemukan langkah penanganan yang tepat.
“Intinya Bapak jangan takut. Ini anak generasi bangsa. Kalau mereka attitude ataupun etikanya tidak ada, ya luar biasa,” tegasnya.
Penggunaan Vape Jadi Perhatian Kepolisian
Selain persoalan kedisiplinan dan perilaku siswa, Kapolres turut menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vape. Ia menyatakan mendukung penerapan larangan penggunaan vape di lingkungan internal kepolisian.
Menurutnya, anggota Polri yang kedapatan menggunakan vape akan menghadapi tindakan melalui mekanisme etik maupun profesi oleh satuan yang berwenang.
“Saya sangat setuju, di tempat kami juga dilarang, Pak. Anggota yang menggunakan vape akan ada tindakan secara etik ataupun profesi dari pihak satuan Paminal Polri. Jadi, Bapak kalau ke Polres ada imbauannya, anggota yang ketahuan masih ada proses,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepolisian ingin memulai penerapan kedisiplinan dari lingkungan internal sebelum mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghindari kebiasaan yang berisiko.
Dalam forum itu, Kapolres juga menyinggung perlunya sosialisasi kepada pelajar mengenai perkembangan penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk zat berbahaya yang dapat beredar di masyarakat.
Ia menyebut kepolisian akan menyiapkan materi edukasi, termasuk contoh benda yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, agar para pelajar lebih mengenali bentuk dan bahayanya.
Polisi Siap Turun ke Sekolah Setiap Senin
Sebagai langkah pencegahan, Kapolres menawarkan kerja sama dengan pihak sekolah melalui kegiatan rutin pada upacara hari Senin.
Ia meminta sekolah dapat berkoordinasi dengan Polres Natuna apabila membutuhkan materi penyuluhan. Kepolisian nantinya akan menyiapkan bahan sosialisasi yang membahas bahaya narkoba, perundungan, dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Menurutnya, edukasi kepada pelajar tidak cukup hanya dilakukan oleh kepolisian. Perwakilan pemerintah daerah dan instansi terkait juga perlu mengambil bagian agar pesan yang disampaikan kepada siswa lebih luas dan berkelanjutan.
“Bahaya nanti ke depan, tiap hari Senin silakan pihak dari sekolah ke kami, kami akan siapkan bahan materinya, termasuk contoh-contoh benda ataupun pelaku narkoba, bullying, dan kegiatan-kegiatan anak,” ungkapnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan perwakilan pemerintah dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Dengan demikian, pembinaan terhadap pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi.
“Jadi bukan hanya saya yang memberikan imbauan kepada anak-anak kita, tetapi dari pihak perwakilan pemerintah juga turun tangan,” tambahnya.
Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi secara berkala bagi siswa. Materi yang diberikan nantinya dapat disesuaikan dengan persoalan yang berkembang di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Knalpot Tidak Sesuai Spesifikasi Ikut Disorot
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian Kapolres adalah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kalangan remaja, khususnya penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi atau dikenal dengan istilah knalpot brong.
Dalam forum tersebut, Kapolres menyinggung perlunya merumuskan pola penanganan yang dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar.
Ia juga menyinggung kemungkinan penyitaan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan, terutama apabila kendaraan tersebut tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah penanganan tersebut masih perlu dibicarakan lebih lanjut bersama instansi terkait dan unsur pemerintah daerah.
“Ini tidak ada efek jera kalau melakukan, disita. Jadi bagaimana, saran dari saya, saking ininya saya, kita potong saja sepeda motornya ini biar tidak bisa dipakai. Kalau memang dia motoran tidak ada suratnya, apa salahnya saya bilang,” ujar Kapolres dalam forum tersebut.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari pembahasan mengenai upaya mencari bentuk penindakan yang dinilai dapat memberikan efek jera. Kapolres juga menyebut persoalan tersebut masih perlu dikaji dan didiskusikan bersama pihak terkait sebelum menentukan langkah yang akan diterapkan.
“Jadi ini masih kita diskusikan dulu dengan instansi terkait, terutama dari pemerintah daerah juga,” katanya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembinaan Generasi Muda
Melalui forum Polisi Menyapa, Kapolres Natuna mengajak seluruh unsur yang hadir untuk tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam mencari penyelesaian.
Persoalan perundungan, penyalahgunaan narkoba, penggunaan vape, hingga pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja dinilai membutuhkan pendekatan bersama. Sekolah memiliki peran dalam pendidikan dan pembinaan karakter, orang tua bertanggung jawab terhadap pengawasan anak di lingkungan keluarga, sementara kepolisian dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya.
Pesan Kapolres agar guru tidak takut menjalankan tugas pendidikan menjadi salah satu penegasan penting dalam forum tersebut. Guru diharapkan tetap dapat mendidik dan membimbing siswa, sementara persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat dikomunikasikan dengan kepolisian maupun instansi terkait.
Dengan komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya membangun generasi muda Natuna yang berkarakter, disiplin, serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif diharapkan dapat dilakukan sejak lingkungan sekolah.
Laporan: Dini










