“Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang sekaligus asesor Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.A., mengapresiasi pemaparan dan kesiapan Institut Agama Islam Natuna dalam mengusulkan pembukaan Program Magister Studi Islam. Ia menilai dukungan tenaga doktor, calon doktor, serta profesor menjadi modal penting bagi pengembangan pendidikan tinggi di wilayah perbatasan.”
NATUNA – Tim asesor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) memberikan apresiasi terhadap semangat dan kesiapan Institut Agama Islam Natuna dalam mengusulkan pembukaan Program Magister Studi Islam. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Asesmen Lapangan (AL) yang berlangsung di kampus Institut Agama Islam Natuna, Sabtu (7/11/2026).
Salah satu asesor, Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.A., mengatakan pemaparan Rektor Institut Agama Islam Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., telah menjelaskan berbagai aspek kesiapan kampus, termasuk dukungan tenaga akademik dan profesor dari sejumlah perguruan tinggi.
Mengawali sambutannya, Ris’an mencairkan suasana dengan pantun yang disambut hangat oleh para peserta asesmen.
“Pagi ini banyak wajah-wajah yang tersenyum, apalagi setelah waktu subuh. Di taman banyak bunga melati, bunga melati berwarna putih. Sungguh kami bersenang hati hadir di sini untuk visitasi,” ucapnya.
Ia kemudian melontarkan candaan mengenai judul kegiatan yang menggunakan istilah asesmen lapangan pembukaan Program Magister Studi Islam. Menurutnya, susunan kalimat tersebut seolah-olah menunjukkan bahwa program magister sudah tersedia, padahal kegiatan yang dilaksanakan merupakan proses pengusulan pembukaan program.
“Kata awal adalah protes saya terhadap judul ini. Asesmen lapangan program studi Program Magister Studi Islam. Terlalu percaya diri Institut Agama Islam Natuna ini untuk menjadi program magister. Kalimat ini seolah-olah sudah ada program magisternya. Tolong diubah,” tuturnya, disambut tawa hadirin.
Apresiasi Dukungan Akademik Kampus
Di balik candaan tersebut, Ris’an menyampaikan bahwa pemaparan rektor telah memberikan gambaran mengenai kesiapan sumber daya akademik yang dimiliki Institut Agama Islam Natuna.
Ia menyoroti keberadaan sejumlah doktor, calon doktor, serta profesor dari berbagai wilayah yang menyatakan dukungan terhadap rencana pembukaan program magister tersebut.
“Tadi Pak Rektor sudah menyampaikan semuanya. Ada sekian doktor dan ada sekian pula calon doktor. Bahkan ditampilkan pula guru besar-guru besar dari berbagai wilayah yang mendukung program ini. Jadi, dengan apa yang telah disampaikan Pak Rektor, sudah selesai visitasi kita. Tidak perlu lagi nanti ke bawah itu kami memeriksanya,” ungkapnya.
Meski memberikan apresiasi terhadap pemaparan tersebut, Ris’an menegaskan bahwa tim asesor tetap perlu membahas lebih jauh aspek pengelolaan perguruan tinggi bersama pihak kampus.
Ia menjelaskan, kedatangan tim asesor merupakan penugasan Kementerian Agama RI untuk melihat kesiapan institusi dan menilai kelayakan usulan pembukaan Program Magister Studi Islam.
Menuntut Ilmu Merupakan Kewajiban
Dalam sambutannya, Ris’an juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya pendidikan dan kewajiban menuntut ilmu. Ia mengutip hadis yang populer di tengah masyarakat tentang kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim.
“Tholabul ilmi fardhatun ‘ala kulli muslim wa muslimah. Menuntut ilmu itu adalah wajib. Sekarang Bapak dan Ibu menyediakan fasilitas untuk menuntut ilmu, lalu kami tolak, alangkah besarnya dosa-dosa kami,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan pandangannya terhadap pentingnya memperluas kesempatan pendidikan, termasuk melalui rencana pembukaan jenjang magister di Natuna.
Ris’an juga menyampaikan bahwa dirinya bersama asesor lainnya, Prof. Dr. Deni Kamaludin Yusup, M.Ag., berasal dari bidang keilmuan yang berbeda. Namun, menurutnya, kebersamaan tetap menjadi landasan dalam menjalankan tugas akademik.
Kegiatan asesmen lapangan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian usulan pembukaan Program Magister Studi Islam Institut Agama Islam Natuna. Hasil evaluasi diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan memperluas kesempatan masyarakat Natuna melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Laporan: Dini










