KABAR PERBATASANKEAMANAN PERBATASANTANJUNGPINANGTRANSPORTASI

Aktivitas Malam Dompak Terungkap, Ini Penjelasan Lengkap

×

Aktivitas Malam Dompak Terungkap, Ini Penjelasan Lengkap

Sebarkan artikel ini
Aktivitas bongkar muat sembako malam hari di kawasan Dompak Tanjungpinang. Rabu (26/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Aktivitas bongkar muat malam hari di kawasan Dompak yang sempat meresahkan warga akhirnya mendapat penjelasan langsung dari penanggung jawab lapangan.”

Penanggung jawab aktivitas bongkar muat di Jalan Dompak, Kota Tanjungpinang, Junto, menjelaskan bahwa kegiatan pengiriman barang yang dilakukan pada malam hari merupakan usaha jasa angkut sembako yang baru dirintis sejak tiga bulan terakhir.

TANJUNGPINANG – Aktivitas bongkar muat barang pada malam hari di kawasan Jalan Dompak, Kota Tanjungpinang, yang sempat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari penanggung jawab lapangan.

Penanggung jawab kegiatan tersebut, Junto, menjelaskan aktivitas yang dilakukan merupakan bagian dari usaha jasa pengiriman kebutuhan pokok dari Tanjungpinang menuju wilayah Dabo dan Balai.

Klarifikasi tersebut disampaikan pada Rabu (26/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, setelah sebelumnya muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait aktivitas bongkar muat yang berlangsung pada malam hari.

Menurut Junto, barang yang dikirim berupa kebutuhan pokok seperti tepung, gula, beras, minyak goreng, hingga telur yang diperuntukkan bagi sejumlah toko di wilayah Dabo.

Pengiriman dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal Roro KMP Kundur melalui Pelabuhan Dompak.

Dalam satu kali pengiriman, jumlah muatan yang diangkut berkisar antara enam hingga tujuh ton, dengan frekuensi pengiriman rata-rata satu kali dalam seminggu, tergantung permintaan dari toko-toko di Dabo.

“Saat ini ada sekitar sepuluh toko yang menggunakan jasa kami untuk memasok kebutuhan barang dagangan mereka,” jelas Junto.

Dalam operasionalnya, ia dibantu oleh dua orang pekerja yang membantu proses pengangkutan barang dari gudang hingga ke kapal.

Junto juga menjelaskan alasan aktivitas bongkar muat dilakukan pada malam hari. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat di siang hari.

Baca Juga:  Sampah Batu 9 Garuda Menumpuk, RT RW Diminta Bergerak

“Kalau siang hari, aktivitas cukup padat dan kendaraan yang digunakan adalah lori berukuran besar. Kami khawatir mengganggu pengguna jalan serta aktivitas bengkel di sebelah gudang yang menggunakan area parkir yang sama,” ujarnya.

Ia juga membantah isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan kepemilikan banyak gudang maupun penggunaan kapal kayu dalam pengiriman barang.

“Saya hanya memiliki satu gudang di Jalan Dompak, dan pengiriman dilakukan secara resmi menggunakan kapal roro,” tegasnya.

Terkait legalitas usaha, Junto memastikan seluruh dokumen pengiriman telah lengkap, seperti nota pembelian dari ruko. Sementara itu, proses administrasi berbadan hukum dalam bentuk CV saat ini masih dalam tahap akhir dan menunggu penyelesaian dari pihak notaris.

Dengan adanya klarifikasi ini, Junto berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap aktivitas yang dilakukan.

Ia menegaskan tujuan utama dari usaha tersebut adalah untuk membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke wilayah Dabo, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil agar tetap mendapatkan pasokan barang. (KP).


Laporan: Venti


 

📊 Views: 35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *