KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Anggaran Digelontorkan, Tapi Mengapa Rakyat Tetap Tak Terjangkau?

×

Anggaran Digelontorkan, Tapi Mengapa Rakyat Tetap Tak Terjangkau?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tumpukan dokumen bertuliskan "Anggaran Negara" bersanding dengan dompet kosong, merepresentasikan jarak antara kebijakan dan realita warga.

Dalam hal infrastruktur, belanja besar juga belum tentu menjamin pemerataan. Banyak proyek dikerjakan berdasarkan logika pusat, tanpa dialog dengan daerah. Proyek yang terlihat megah di laporan, bisa jadi tidak menjawab kebutuhan warga di lokasi.

Transparansi juga menjadi titik krusial. Rakyat tidak tahu ke mana tepatnya uang negara mengalir. Laporan realisasi anggaran yang dirilis kerap penuh istilah teknis, tak bisa diakses oleh awam. Padahal, dalam negara demokratis, rakyat berhak tahu dan menilai langsung seberapa besar uang yang digelontorkan benar-benar kembali kepada mereka.

Sudah saatnya kebijakan anggaran berorientasi pada dampak nyata, bukan sekadar serapan atau output administratif. Pemerintah pusat hingga daerah harus mulai berpikir dari perspektif warga: apakah anggaran ini benar-benar menjawab kebutuhan mereka? Apakah bantuan sosial menyentuh yang paling rentan? Apakah proyek yang dibangun berguna dalam jangka panjang?

Ketika rakyat terus merasa jauh dari anggaran negara, maka yang terkikis bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga harapan bahwa negara hadir untuk semua.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


📊 Views: 11
Baca Juga:  Konflik Laut Natuna Diantara Nine Dash Line dan UNCLOS 1982

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *