KABAR PERBATASANKESEHATANNATUNA

Balita Natuna Lawan Abses Otak, Keluarga Butuh Uluran Dermawan

×

Balita Natuna Lawan Abses Otak, Keluarga Butuh Uluran Dermawan

Sebarkan artikel ini
Rafkha Arsyha Fathan, balita berusia 1 tahun 8 bulan asal Kelarik Air Mali, Natuna, bersama kedua orang tuanya. Rafkha tengah berjuang melawan abses otak dan membutuhkan bantuan untuk biaya rujukan serta penanganan medis lanjutan. (Foto: Istimewa/Koranperbatasan.com)

“Rafkha Arsyha Fathan, balita berusia 1 tahun 8 bulan asal Desa Kelarik Air Mali, Kabupaten Natuna, tengah berjuang melawan abses otak. Setelah menjalani perawatan selama 11 hari di rumah sakit, Rafkha membutuhkan rujukan untuk mendapatkan tindakan operasi, sementara keterbatasan biaya perjalanan menjadi kendala bagi keluarganya.”

NATUNA – Ibu kandung Rafkha Arsyha Fathan, Rodimah, mengatakan putranya telah mengalami sakit selama lebih dari satu bulan. Kondisi Rafkha kini membutuhkan penanganan lebih lanjut setelah dokter menyampaikan bahwa balita tersebut mengalami bisul dalam otak atau abses otak.

Menurut Rodimah, Rafkha telah menjalani perawatan selama 11 hari di RSUD Natuna, Ranai. Selama menjalani perawatan, keluarga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi infeksi pada otak yang dialami anaknya.

“Kalau kata dokter, itu bisul dalam otak atau abses otak. Nanahnya sudah pecah dan menyebar di otak. Efek sampingnya kemungkinan nanti bisa cacat. Kami juga tidak tahu cacat seperti apa. Cuma tangan kiri dan kaki kirinya sekarang kurang aktif setelah sempat jatuh,” ungkap Rodimah kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di depan ruang ICU, Rabu (5/8/2026).

Rodimah menjelaskan, Rafkha saat ini sudah mendapatkan penanganan medis. Namun, tindakan operasi belum dapat dilakukan di rumah sakit tempat anaknya menjalani perawatan. Menurut informasi yang diterima keluarga, Rafkha harus dirujuk apabila akan menjalani operasi.

“Sudah ada penanganan sekarang. Di rumah sakit ini cuma tidak bisa dioperasi, hanya diberikan obat-obatan. Kalau mau dioperasi, katanya harus dirujuk dulu ke Batam ataupun Tanjungpinang,” ujarnya.

Kebutuhan rujukan tersebut kini menjadi persoalan berat bagi keluarga. Rodimah mengaku belum mengetahui secara pasti keseluruhan biaya yang akan diperlukan karena keluarganya belum pernah menghadapi kondisi serupa.

Baca Juga:  Ranai Darat Bangun Porta Nubium Stone, Ikon Wisata Baru Bernuansa Kafe Kekinian

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah orang, keluarga memperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan perjalanan dan keperluan selama menjalani pengobatan di luar Natuna.

“Kami kurang tahu karena belum pernah mengalami seperti ini sebelumnya. Tapi kebanyakan orang bilang kalau sudah berobat, paling kecil sekitar Rp15 juta, paling tidak sampai Rp20 juta,” katanya.

Rodimah mengatakan keluarga hingga saat ini belum memproses surat rujukan karena masih mempertimbangkan kesiapan dana, terutama biaya perjalanan menuju daerah tujuan rujukan. Keluarga berharap dana dapat segera terkumpul sehingga Rafkha bisa diberangkatkan tanpa harus menunggu lebih lama.

“Kami belum bikin surat rujukan karena melihat keadaan dana ataupun biaya perjalanannya dulu. Kami cuma kekurangan dana untuk berangkat, cuma itu yang kami tunggu. Kalau memang dananya secepatnya sudah terkumpul, mungkin kami tidak menunggu kapan lagi. Pesawat saja supaya bisa cepat sampai,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, keluarga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu. Rodimah menegaskan pihaknya tidak menentukan besaran bantuan. Berapa pun bantuan yang diberikan akan diterima dengan penuh rasa syukur.

“Kami tidak minta apa-apa, seikhlasnya saja orang mau kasih. Soalnya kami tidak tega melihat kondisinya makin hari makin memburuk. Kalau dibiarkan makin lama, makin sakit dia,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dalam penggalangan dana keluarga, bantuan untuk Rafkha dapat disalurkan melalui rekening BRI 3282-0104-5036-532 atas nama Rodimah atau BRK Syariah 117-310-3042 atas nama Julisnawati. Konfirmasi bantuan dapat dilakukan melalui Julis di nomor 082370530852 atau Rodimah di nomor 082260185876.

Rodimah pun berharap kepedulian masyarakat dapat membantu mempercepat keberangkatan putranya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Baca Juga:  Jadwal Ujian MI Darul Ulum Natuna Dimulai April 2026

“Harapan kami, terima kasih banyak kepada masyarakat yang bisa membantu anak kami,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 269

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *