NATUNA – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi kecelakaan transportasi udara, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna menggelar latihan skenario penanganan kondisi darurat (Table Top Exercise/TTX) bersama PT Medco Energi E&P Natuna Ltd dan PT Pelita Air Services, Senin (22/9/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini melibatkan berbagai instansi strategis seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Airnav Matak, dengan tujuan menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat prosedur penanganan kecelakaan transportasi udara di wilayah Natuna dan Kepulauan Anambas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya latihan bersama ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap keadaan darurat.
“Kami menyambut adanya pelaksanaan skenario latihan selanjutnya untuk membentuk persamaan persepsi, peningkatan koordinasi, dan penguatan lainnya dalam bidang Search and Rescue (SAR) di wilayah kerja Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujar Abdul Rahman.
Melalui simulasi TTX ini, seluruh peserta diajak untuk mengevaluasi jalur komunikasi, kecepatan respon, serta efektivitas prosedur penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi dalam kegiatan penerbangan maupun operasi lepas pantai.
Basarnas Natuna berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar seluruh pihak terkait memiliki kesiapan optimal dalam menghadapi situasi darurat, baik di darat, laut, maupun udara.
Latihan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Basarnas dan mitra industri untuk mewujudkan sistem penanganan keadaan darurat yang terpadu, profesional, dan efektif di wilayah perbatasan Indonesia. (KP).
Kontributor : Humas Basarnas Natuna










