“Pengusaha kuliner sekaligus tokoh masyarakat Natuna, Buyung Afandi, mengajak masyarakat kembali mendukung pendidikan kejuruan dan peningkatan gizi siswa demi mencetak generasi unggul yang siap kerja dan berdaya saing.”
Tokoh masyarakat sekaligus pemilik usaha kuliner Ajo Basamo, Buyung Afandi, menilai pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda di Kabupaten Natuna.
NATUNA – Nama Buyung Afandi kini semakin dikenal masyarakat Natuna, bukan hanya sebagai pemilik warung makan Padang Ajo Basamo, tetapi juga sebagai sosok yang aktif menyuarakan pentingnya pendidikan kejuruan dan peningkatan kualitas gizi bagi pelajar.
Dalam wawancara bersama koranperbatasan.com, Selasa (12/5/2026), Buyung menegaskan bahwa pendidikan kejuruan memiliki keunggulan nyata dalam membentuk karakter siswa sejak dini, terutama dalam aspek kedisiplinan dan pengalaman kerja lapangan.
Menurutnya, salah satu sekolah yang memiliki potensi besar di Natuna adalah SMK Kelautan atau SMKN 1 Bunguran Timur yang selama ini telah melahirkan banyak lulusan siap kerja.
“Pembentukan karakter itu dimulai dari sekolah menengah. Salah satu yang terbaik saat ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan. Keunggulannya, siswa lebih banyak mendapatkan praktik dibanding sekolah biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, siswa SMK tidak hanya belajar teori, tetapi langsung dikenalkan dengan dunia kerja nyata melalui berbagai program praktik seperti teknik, pelayaran, hingga pemberdayaan UMKM.
“Di SMK itu praktiknya banyak. Ada teknik, pelayaran, UMKM, dan lain sebagainya. Tamat sekolah kita sudah ada pengalaman. Itu yang membuat sekolah kejuruan lebih unggul dibanding sekolah biasa,” katanya.
Buyung juga menyoroti menurunnya minat siswa terhadap sekolah kejuruan di Natuna dalam beberapa tahun terakhir. Padahal menurutnya, peluang kerja lulusan SMK sangat terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kalau di Jawa justru rebutan masuk SMK karena peluang kerjanya hampir 100 persen. Lulus sudah punya sertifikat yang diakui, mau kerja di laut, di darat, di pabrik, bahkan luar negeri juga bisa,” jelasnya.
Ia menegaskan lulusan SMK tidak tertutup untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurut Buyung, lulusan sekolah kejuruan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk masuk jurusan kedokteran, ekonomi, pendidikan, maupun bidang lainnya.
“Jangan berpikir tamat SMK tidak bisa kuliah. Bisa! Mau kedokteran, ekonomi, sejarah, atau jadi guru juga bisa. SMK itu memberikan kualitas terbaik untuk SDM anak-anak kita,” tegasnya.
Selain berbicara soal pendidikan, Buyung juga memiliki perhatian besar terhadap kesehatan siswa. Melalui usaha kulinernya, Ajo Basamo, ia dipercaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai vendor penyedia makanan tambahan bagi siswa asrama.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda Natuna.
“Kita menjaga kualitas makan dan minum siswa sesuai standar gizi yang diajukan provinsi. Harapannya anak-anak bisa tumbuh lebih baik dari segi kesehatan dan fisik,” tambahnya
Di akhir wawancara, Buyung mengajak seluruh masyarakat Natuna untuk bersama-sama mendukung kemajuan sekolah kejuruan, khususnya SMK Kelautan Natuna.
“Ini salah satu sumber daya yang paling penting dan bagus untuk anak-anak kita. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Program-programnya itu nyata, menghasilkan. Bukan janji, tapi fakta,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










