“Pemerintah Kecamatan Suak Midai komitmen kuat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Midai untuk gizi anak sekolah dan ketahanan pangan desa.”
NATUNA — Zulkifli, S.IP., Camat Suak Midai, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Suak Midai terhadap program MBG yang diamanatkan Presiden, dalam kegiatan launching perdana MBG di SDN 001 Suak Midai, Selasa, 24 Februari 2026.
Hal ini disampaikan dalam konteks optimalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Midai, yang sementara fokus pada siswa sekolah dan direncanakan ekspansi ke balita, ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil) serta lansia. Inisiatif nasional ini selaras dengan upaya lokal memanfaatkan sumber daya petani desa, memperkuat ketahanan pangan di wilayah terluar Kepulauan Riau.
Zulkifli menjelaskan antusiasme pemerintah daerah terhadap MBG sebagai instrumen prioritas nasional. “Kami pemerintah Kecamatan Suak Midai sangat mendukung program MBG ini yang diamanatkan oleh Pak Presiden, salah satunya untuk membantu gizi anak-anak sekolah. Untuk kedepannya, kami berharap SPPG yang ada di wilayah Pulau Midai tetap konsisten dalam melaksanakan programnya,” ujarnya.
Zulkifli juga menekankan integrasi dengan program desa untuk ketahanan pangan. Pihaknya menjelaskan bahwa hal ini juga sangat mendukung program-program dari desa guna memenuhi ketahanan pangan, lantaran material-material tidak harus dari luar tetapi setidaknya petani-petani di dalam kecamatan juga bisa diperbantukan.
Potensi lokal juga menjadi kunci keberlanjutan. Kecamatan Midai mencakup tiga desa utama yaitu BumDes dengan produksi sawi dan kangkung, Desa Gunung Jambat dengan semangka dan ayam petelur, serta Desa Batu Belanak dengan komoditas serupa.
“Nanti kita upayakan kerjasama dengan pihak desa. Kita ada tiga desa. Kita ada BumDes, ada juga sawi, kangkung, semangka, di Desa Gunung Jambat itu ada ayam. Di Desa Batu Belanak juga sama. Jadi mudah-mudahan ke depan dengan adanya SPPG ini membantu perekonomian masyarakat secara umumnya,” tambah Zulkifli.
Pendekatan ini mengurangi ketergantungan impor bahan pangan, sejalan dengan target ketahanan pangan nasional berbasis kemandirian desa.
Sementara itu, pihak SPPG Midai memberikan informasi tambahan mengenai perluasan manfaat. Program ini sementara menyasar siswa sekolah sebagai penerima utama, dengan rencana ekspansi ke balita, ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil) dan lansia.
“Kepada para penerima manfaat, untuk sementara ini masih siswa. Dan nanti ke depannya SPPG Midai akan salurkan untuk 3B, balita, busui, bumil dan lansia,” jelas Putra perwakilan SPPG.
Pihak SPPG juga membuka ruang partisipasi masyarakat, ketika ada beberapa penerima manfaat yang mendapati adanya keluhan maupun ingin memberikan pendapat baik saran dan kritik, bisa disampaikan kepada pihak SPPG Midai yang beroperasi di kawasan Midai dan Suak Midai.
Di wilayah perbatasan seperti Pulau Midai, program MBG melalui SPPG tidak hanya mengatasi malnutrisi tetapi juga menjadi katalisator ekonomi petani lokal. Kerjasama ini berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga desa hingga 20% melalui rantai pasok berkelanjutan.
Dengan konsistensi menu bergizi tinggi protein dan serat lokal, MBG berkontribusi pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kegiatan di SDN 001 Suak Midai ini menjadi tonggak kolaborasi multi-stakeholder, menjanjikan dampak jangka panjang bagi 3B dan perekonomian masyarakat Suak Midai. (KP).
Laporan : Dhitto










