BUDAYA PERBATASANNATUNAPARLEMENTARIATOKOH PERBATASAN

Dedi Yanto Ajak Masyarakat Natuna Perkuat Silaturahmi Budaya

×

Dedi Yanto Ajak Masyarakat Natuna Perkuat Silaturahmi Budaya

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Natuna, Dedi Yanto, mengajak masyarakat menjadikan perayaan Sembahyang Duan Yang sebagai momentum mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, dan memperkuat keharmonisan masyarakat di Natuna. (Foto: Koran Perbatasan)

“Perayaan Sembahyang Duan Yang di Kabupaten Natuna menjadi momentum mempererat silaturahmi, menjaga keharmonisan masyarakat, serta melestarikan keberagaman budaya sebagai kekuatan persatuan daerah.”

NATUNA — Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Natuna, Dedi Yanto, menyampaikan bahwa perayaan Sembahyang Duan Yang atau Hari Raya Bakcang menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga keharmonisan masyarakat di Kabupaten Natuna.

Dedi yang juga merupakan umat Khonghucu menjelaskan, tradisi masyarakat Tionghoa tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan 5 berdasarkan kalender Tionghoa.

Menurutnya, perayaan tersebut memiliki nilai budaya yang terus diwariskan secara turun-temurun, salah satunya melalui tradisi makanan khas bakcang hingga kegiatan mandi laut bersama.

“Jadi di tradisi kami Tionghoa, hari ini merupakan hari yang kami sebut Hari Raya Bakcang. Bakcang merupakan kue ketan yang dibungkus dengan daun bambu berisi daging, dan ini menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 5 bulan 5 kalender Tionghoa, disertakan dengan acara mandi di laut,” ujar Dedi kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai, Jumat (19/6/2026).

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi perayaan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dengan masyarakat luas.

“Dalam setiap kegiatan seperti ini, kita berharap dapat memperkuat silaturahmi, baik sesama warga Tionghoa maupun dengan masyarakat sekitar. Kita terus menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Natuna,” katanya.

Dedi menyebutkan, suasana perayaan Sembahyang Duan Yang tahun ini tetap berlangsung dengan penuh kebersamaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selain kegiatan ritual dan tradisi, pihak panitia juga menghadirkan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk hiburan dan mempererat hubungan kekeluargaan.

“Suasananya masih sama saja. Setiap tahun acaranya kurang lebih sama. Kepanitiaan biasanya menyertakan keramaian berupa acara lomba-lomba untuk kesenangan ibu-ibu dan anak-anak,” jelasnya.

Baca Juga:  Kades Pulau Tiga Ingin Semua Warganya Diberi Bantuan Kecuali PNS

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra Natuna tersebut berharap masyarakat Tionghoa dan umat Khonghucu dapat terus mempertahankan tradisi budaya yang telah diwariskan.

Menurutnya, keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Indonesia menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan bangsa.

“Saya berharap kita warga Tionghoa dan juga umat Khonghucu terus menjaga tradisi budaya Tionghoa untuk terus dilestarikan, bersanding dengan seluruh tradisi dan budaya dari segala suku yang ada di Indonesia sehingga memperkuat persatuan kita,” ungkapnya.

Dedi juga menilai, kekayaan seni dan budaya yang terus dijaga dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Natuna.

“Kita perkuat seni budaya kita untuk mendorong daya tarik wisata, sehingga daerah kita juga akan lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan,” pungkasnya.


Laporan: Dini


📊 Views: 142

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *