“Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna terus mendorong penerapan sistem evaluasi pembelajaran berbasis digital, meski sejumlah sekolah masih menghadapi kendala jaringan internet dan sarana pendukung.”
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Tabrani, S.Pd., memastikan pelaksanaan Ujian Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 berjalan sesuai program pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Dinas Pendidikan berperan melakukan koordinasi dan mobilisasi kebijakan agar diterapkan oleh seluruh satuan pendidikan.
NATUNA – Pelaksanaan Ujian Semester Genap di Kabupaten Natuna menjadi bagian penting dalam mengevaluasi capaian pembelajaran siswa selama satu semester terakhir.
Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna memastikan seluruh sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari teknis pelaksanaan ujian hingga penyesuaian terhadap perkembangan kurikulum nasional.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Tabrani, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan ujian semester merupakan agenda rutin yang telah terprogram setiap tahun.
Menurutnya, tugas pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan adalah meneruskan kebijakan dari pemerintah pusat agar dapat dijalankan dengan baik oleh setiap sekolah.
“Kalau semua itu sudah terprogram. Jadi dari Dinas Pendidikan hanya menyampaikan apa yang menjadi turunan dari kementerian. Sekolah sudah siap dengan hal-hal itu karena setiap tahun memang itu yang kita laksanakan,” ujar Tabrani kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Tabrani menjelaskan, perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir lebih mengarah kepada pengembangan kurikulum, terutama peralihan dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka.
Namun secara teknis, sistem pelaksanaan evaluasi pembelajaran tetap memiliki tujuan yang sama, yakni mengukur perkembangan kemampuan peserta didik.
“Paling ada program pemerintah pusat terkait peningkatan kurikulum. Dari Kurikulum 2013 berubah menjadi Kurikulum Merdeka. Perubahannya di situ, tapi sistem pelaksanaannya tetap berjalan,” jelasnya.
Selain perubahan kurikulum, pemerintah pusat juga terus mendorong satuan pendidikan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi.
Tabrani mengatakan, sekolah yang berada di wilayah dengan fasilitas dan jaringan internet memadai sudah mulai menerapkan sistem berbasis digital.
Namun, kondisi geografis Natuna membuat sebagian sekolah masih harus menggunakan metode manual karena keterbatasan akses internet.
“Pemerintah maunya semua sudah tersistem menggunakan digitalisasi. Kalau daerah yang internetnya bagus, mungkin sudah tidak menggunakan manual,” katanya.
“Tetapi daerah yang masih menggunakan manual itu karena internetnya belum tersedia atau belum maksimal, seperti sekolah di Desa Segeram,” tambahnya.
Menurut Tabrani, hasil ujian semester tidak hanya menjadi ukuran nilai akademik siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Setiap peserta didik memiliki kemampuan berbeda, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan keterampilan lainnya.
“Kemampuan anak itu berbeda-beda. Ada kemampuan akademik, ada juga kemampuan bidang lain seperti olahraga. Hasil itu bisa menjadi rujukan kita untuk mengevaluasi sistem pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, evaluasi tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga menjadi bahan perbaikan terhadap proses pembelajaran, kualitas guru hingga ketersediaan sarana dan prasarana sekolah.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan Natuna akan terus memperkuat peran pengawas sekolah dalam melakukan pembinaan langsung di lapangan.
“Secara teknis, peran pengawas akan kami tingkatkan lagi agar sistem pembelajaran di sekolah bisa menjadi lebih baik,” tegasnya.
Tabrani menyebutkan, berbagai hasil evaluasi akan dibahas bersama pihak terkait dan para pemangku kepentingan pendidikan untuk menentukan langkah peningkatan mutu ke depan.
“Dari hasil itu, kami rembuk dengan orang-orang yang memang menjadi bagian pemangku pendidikan. Kita duduk bersama untuk meningkatkan mutunya,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Tabrani berharap seluruh siswa dapat menjadikan ujian semester sebagai motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
Ia juga mengajak peserta didik meningkatkan minat belajar agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Kami berharap anak-anak belajar dengan baik agar bisa menjawab ujian dengan baik. Dengan hasil ujian yang baik, semoga itu memang menjadi nilai terbaik mereka,” harapnya.
“Semoga ke depan anak-anak kita bisa berkembang, maju dan mampu bersaing, khususnya untuk diri sendiri serta membawa manfaat bagi pemerintah daerah,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










