Pemerintah tidak bisa terus-menerus mengedepankan jargon efisiensi tanpa transparansi dan keberpihakan. Warga yang hidup dari penghasilan harian, buruh informal, dan keluarga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) membutuhkan kehadiran negara yang nyata, bukan sekadar rencana jangka panjang yang tak kunjung menyentuh kehidupan mereka.
Karena sejatinya, kebijakan ekonomi yang baik adalah yang mampu menjaga titik temu antara ketahanan fiskal dan keadilan sosial. Dan ketika dapur rakyat mulai sepi, itu adalah sinyal paling jelas bahwa negara sedang kehilangan akarnya.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










