“Momentum Expo Muharram MIS Darul Ulum Natuna menjadi pengingat pentingnya hijrah dalam memperbaiki diri, membangun akhlak, dan memperkuat pendidikan agama.”
Ketua Yayasan MIS Darul Ulum Natuna, H. Wan Indra Gunawan, S.H., mengajak seluruh tenaga pendidik dan peserta didik menjadikan momentum Expo Muharram sebagai langkah memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
NATUNA – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Ulum Natuna menggelar kegiatan Expo Muharram 1448 Hijriah sekaligus Milad Madrasah ke-23 tahun. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi tentang makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan tersebut dihadiri jajaran pengurus yayasan, pengawas madrasah, tenaga pendidik, wali murid, serta para siswa MIS Darul Ulum Natuna.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan MIS Darul Ulum Natuna, H. Wan Indra Gunawan, S.H., memberikan apresiasi kepada Kepala MIS Darul Ulum, Hj. Siti Asmah, S.Pd.I., atas dedikasi dan perjuangannya dalam membangun serta memajukan madrasah.
Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen seluruh pihak, terutama pemimpin yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan sekolah.
“Saya acungkan jempol untuk Ibu Kepala Sekolah. Beliau ini luar biasa tangguh. Waktu kita membangun gedung di belakang sana, beliau tidak segan ikut pegang semen hingga cangkul sendiri. Komitmen seperti ini yang patut kita apresiasi,” ujar H. Wan Indra Gunawan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peringatan Muharram tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun, tetapi menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, hijrah terbesar seseorang dimulai dari keberanian memperbaiki diri sendiri sebelum mengajak orang lain melakukan perubahan. Wan Indra Gunawan kemudian menceritakan perjalanan pribadinya dalam memperbaiki diri yang mulai ia jalani sejak akhir tahun 2007 hingga awal tahun 2008.
“Saya mulai hijrah bukan karena merasa saya kuat, karena yang kuat itu Allah. Saya tidak merasa kaya, karena yang kaya itu Allah. Semenjak itulah saya mulai memperbaiki diri,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seseorang yang ingin membawa perubahan harus memulainya dari diri sendiri dengan memperbaiki akhlak dan hubungan kepada Allah SWT.
“Karena orang yang baik itu bukan memperbaiki orang lain, tetapi memperbaiki diri sehingga akhlaknya baik, maka orang lain akan terpancing untuk menjadi baik,” jelasnya.
Kepada para guru, terutama tenaga pendidik baru di MIS Darul Ulum Natuna, ia berpesan agar menjalankan tugas mendidik dengan hati dan menjadikan akhlak sebagai dasar utama dalam membimbing peserta didik.
Menurutnya, kualitas seseorang tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi dari kebaikan hati dan akhlak yang ditunjukkan dalam kehidupan.
“Manusia itu kalau hatinya baik, walaupun secara fisik biasa saja orang akan suka. Apalagi kalau sudah memiliki akhlak yang baik,” pesannya.
Selain membahas tentang hijrah dan pembentukan karakter, H. Wan Indra Gunawan juga menekankan pentingnya pendidikan agama yang diterapkan melalui kebiasaan nyata di lingkungan sekolah.
Ia menyebut, lembaga pendidikan berbasis agama harus mampu membangun budaya ibadah, termasuk membiasakan siswa untuk melaksanakan salat berjamaah.
Dirinya menceritakan, saat pertama kali dipercaya menjadi Ketua Yayasan, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah membangun surau di lingkungan MIS Darul Ulum.
“Pertama kali saya ditunjuk menjadi Ketua Yayasan, saya langsung bangun surau. Karena percuma kalau sekolahnya agama tetapi tidak salat berjamaah,” tegasnya.
Namun, seiring berkembangnya jumlah siswa, kapasitas surau yang tersedia saat ini sudah tidak mampu menampung seluruh kebutuhan warga madrasah.
Karena itu, pihak yayasan berencana kembali menggalang dukungan untuk pembangunan tempat ibadah yang lebih luas.
“Surau sekarang sudah tidak muat lagi. Insyaallah kami akan mencari dana untuk membangun surau atau masjid di belakang sekolah. Karena paling bagus anak-anak sekolah agama dan mereka juga menjaga salat berjamaah,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Wan Indra Gunawan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru senior yang telah memberikan pengabdian selama bertahun-tahun dalam membangun MIS Darul Ulum Natuna.
Ia berharap semangat kebersamaan antara yayasan, guru, orang tua, dan siswa terus terjaga demi kemajuan pendidikan madrasah.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh keluarga besar MIS Darul Ulum menjadikan momentum Muharram sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Mudah-mudahan hijrah kita betul-betul seperti hijrahnya para sahabat Rasulullah. Dari perbuatan yang kurang baik menuju kebaikan, dari yang jauh menjadi lebih dekat dengan agama,” pungkasnya.
Laporan: Dini










