HUKUM & KRIMINALKABAR PERBATASANKEUANGANNASIONALNATUNAPARLEMENTARIAPOTRET PERBATASANSUARA RAKYAT

Fokus Bayar Utang, Bukan Alasan Tutupi Penggunaan Anggaran

×

Fokus Bayar Utang, Bukan Alasan Tutupi Penggunaan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi digital dalam gaya flat-style menggambarkan situasi krisis fiskal di Kabupaten Natuna. Di latar depan tampak sosok wanita berjilbab yang merepresentasikan Bupati Cen Sui Lan, berdiri tegak. Latar belakang Kantor Bupati Natuna sebagai pusat kekuasaan dan pengambilan keputusan daerah. Visual ini mencerminkan ketegangan antara prioritas pelunasan utang dan pelelangan proyek baru di tengah tuntutan publik atas keterbukaan informasi.

Sejumlah pihak menyayangkan keputusan pelelangan tersebut. Salah satunya, tokoh masyarakat Serasan, Fadillah, menilai keputusan itu kurang bijak di tengah situasi keuangan daerah yang belum pulih.

“Seharusnya Bupati dapat lebih memprioritaskan penyelesaian hutang, terlebih saat ini semua daerah di Indonesia sedang melakukan efisiensi anggaran. Jangan terlalu cepat lelang proyek,” ujar Fadillah, Minggu (18/05).

BACA JUGA: DPRD dan Sekda Lempar Tanggung Jawab Soal Anggaran, BPKAD Bungkam

Ia juga menyuarakan kegelisahan para pelaku jasa konstruksi yang hingga kini belum menerima pembayaran atas proyek yang dikerjakan pada tahun sebelumnya. Ini menambah beban kepercayaan terhadap kredibilitas fiskal pemerintah daerah.

Langkah pemerintah untuk tidak mengutamakan proyek fisik demi menuntaskan utang jelas menunjukkan arah kebijakan efisiensi. Namun, di sisi lain, transparansi terhadap penggunaan anggaran yang sudah terealisasi sebesar Rp348,83 miliar (40,80%) dari total pagu TKDD Rp855,01 miliar, belum sepenuhnya dijelaskan ke publik.

BACA JUGA: Rp348 Miliar Dana Pusat Sudah Masuk ke Natuna, Tapi Kemana Saja Uangnya?

Redaksi Koran Perbatasan sebelumnya telah mengungkap minimnya informasi terkait alokasi dan peruntukan dana TKDD tersebut. Ketika dikonfirmasi, DPRD Komisi III menyatakan telah berulang kali menanyakan ke eksekutif, namun tak kunjung mendapat jawaban memadai. Sekda Natuna, Boy Wijanarko Varianto, juga mendorong media langsung bertanya ke Kepala BPKAD, Suryanto, yang ironisnya memilih bungkam dan bahkan menghapus pesan yang sebelumnya sempat dikirim ke redaksi.

📊 Views: 14
Baca Juga:  Waspada! Potensi Longsor Gunung Ranai Natuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *