“Bangunan ikonik Gedung Kaca Puri di Tanjungpinang yang dahulu menjadi pusat kegiatan olahraga dan budaya kini terlihat rusak berat dan tak lagi difungsikan.”
Tarno (nama samaran), tukang ojek pangkalan di sekitar Gedung Kaca Puri Tanjungpinang, menyebut kondisi bangunan yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Nomor 88 itu kini rusak parah dan terbengkalai, saat ditemui Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
TANJUNGPINANG – Bangunan yang dikenal sebagai Gedung Kaca Puri itu dibangun pada tahun 1983 dan dulunya menjadi pusat kegiatan olahraga, budaya, hingga politik di Kota Tanjungpinang. Namun, sejak sekitar tahun 2001, gedung tersebut mulai ditinggalkan dan tidak lagi terawat.
Tarno mengatakan, kondisi gedung saat ini sangat memprihatinkan. “Sekarang kondisinya rusak berat dan terbengkalai,” ujarnya singkat.
Seorang pejalan kaki yang namanya disamarkan menjadi Bintang juga menyampaikan keprihatinannya. Ia mengenang masa kejayaan gedung tersebut.
“Padahal dulu gedung ini cantik sekali. Banyak acara yang diadakan di sini. Sekarang lihat bagaimana kondisinya, tidak terawat, atap gedung lenyap, dinding-dinding keropos, dan sebagian bangunan menganga terbuka,” katanya.
Menurutnya, Gedung Kaca Puri dahulu bukan hanya tempat kegiatan resmi, tetapi juga menjadi ruang berkumpul masyarakat.
“Dulu selain sering ada acara, orang juga ramai makan di sini. Banyak yang berjualan dan pembelinya selalu ramai. Gedung Kaca Puri ini bisa dibilang tempat tongkrongan anak-anak Tanjungpinang waktu itu,” ujarnya.
Seorang warga yang tengah bersantai di depan area gedung turut menyayangkan kondisi tersebut.
“Sayang sekali gedung sebagus dan penuh momen indah seperti ini malah tidak terawat dan tidak difungsikan lagi,” tuturnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab gedung tersebut berhenti beroperasi, namun menurutnya kondisi ini sudah berlangsung cukup lama.
“Setahu saya sudah beberapa tahun lalu memang tidak ada kegiatan apa pun lagi. Tiba-tiba saja sudah tidak aktif,” katanya.
Sementara itu, Lani (nama samaran), pejalan kaki lainnya, menyebut pernah mendengar informasi bahwa pengelolaan gedung sempat berpindah tangan.
“Dulu setahu saya ini di bawah pengawasan pemerintah. Tapi saya pernah dengar katanya sudah berpindah ke swasta. Saya tidak tahu pasti sejak kapan. Yang jelas sudah lama gedung ini tidak aktif seperti dulu lagi. Sekarang lihat sendiri kondisinya sangat tidak terawat,” ujarnya.
Ia berharap siapa pun pihak yang kini mengelola gedung tersebut dapat mengembalikan fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Warga sekitar menilai, jika direvitalisasi dan dikelola dengan baik, Gedung Kaca Puri berpotensi kembali menjadi ruang publik dan pusat aktivitas warga seperti pada masa kejayaannya. (KP).
Laporan: Novita










