“Memasuki tahun keempat, Paguyuban Warga Pati Jawa Tengah di Tanjungpinang kembali membagikan ratusan takjil kepada pengendara di Lampu Merah Batu 10.”
Kartono, Ketua Paguyuban Komunitas Warga Pati Jawa Tengah di Tanjungpinang, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil yang digelar di bahu jalan Lampu Merah Batu 10 telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 15.40 WIB.
TANJUNGPINANG – Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di kawasan Lampu Merah Batu 10, Kota Tanjungpinang, dan mendapat sambutan hangat dari para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Kartono menjelaskan, pembagian takjil tahun ini direncanakan berlangsung sebanyak tiga kali selama bulan Ramadhan. Setelah kegiatan di Tanjungpinang, agenda serupa akan dilanjutkan di Kijang dan Kawal.
“Kegiatan berbagi ini sudah memasuki tahun keempat. Tahun ini kami rencanakan tiga kali, pertama di Tanjungpinang, lalu di Kijang dan Kawal,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh dana kegiatan bersumber dari swadaya anggota atau hasil patungan bersama. Paguyuban tersebut beranggotakan warga asal Pati, Jawa Tengah, yang kini menetap dan bekerja di wilayah Kepulauan Riau.
Menurut Kartono, sejak awal berdiri, paguyuban ini memang dibentuk untuk mempererat tali kekeluargaan sesama warga Jawa Tengah di tanah rantau, khususnya di Tanjungpinang.
“Kami ingin mempererat silaturahmi antarwarga asal Jawa Tengah di perantauan. Selain berbagi takjil, kami juga rutin mengadakan pengajian dari rumah ke rumah setiap bulan dan pertemuan mingguan sebagai ajang silaturahmi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan sosial tersebut, keberadaan komunitas mereka semakin dikenal masyarakat luas.
“Harapannya, sesama warga Jawa Tengah di Tanjungpinang dan sekitarnya bisa saling mengenal, saling membantu, dan semakin banyak yang bergabung untuk mempererat silaturahmi di tanah rantau,” katanya.
Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan, tetapi juga simbol kekompakan dan solidaritas warga Pati Jawa Tengah yang tetap terjaga meski berada jauh dari kampung halaman. (KP).
Laporan: Venti










