“Tiga sekolah di kawasan Pinang Kencana, Tanjungpinang, dilaporkan belum menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal bulan puasa akibat dapur penyedia menghentikan operasional sementara.”
Manurung, Babinsa kawasan Pinang Kencana Tanjungpinang, mengusulkan agar distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk tiga sekolah yang terdampak dapat sementara dialihkan ke dapur terdekat, saat ditemui di kediamannya di simpang Korem arah Senggarang, Minggu (1/3/2026) pukul 16.40 WIB.
TANJUNGPINANG – Manurung menjelaskan, dirinya pertama kali menerima informasi dari para guru terkait adanya siswa yang tidak lagi menerima MBG selama beberapa hari terakhir. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia secara rutin berkoordinasi dengan pihak Kepala SPPG Dapur Mekar Sari yang berada di wilayah Pinang Kencana.
Menurut keterangannya, pada 11 Februari 2026 ia mendapat pemberitahuan dari Kepala SPPG Mekar Sari bahwa dapur tersebut menghentikan operasional sementara. Ketua SPPG berinisial EG menyampaikan penghentian dilakukan untuk penataan ulang organisasi serta melengkapi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.
“Namun hingga 1 Maret 2026, belum ada informasi lanjutan kapan dapur tersebut kembali beroperasi,” ujarnya.
Akibat penutupan sementara tersebut, sedikitnya tiga sekolah terdampak, yakni SD 11, SD 16, dan SMP 16 di kawasan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang. Para siswa di sekolah tersebut tidak lagi menerima MBG sebagaimana tercantum dalam surat edaran selama bulan Ramadhan.
Melihat kondisi tersebut, Manurung berharap ada langkah cepat agar hak para siswa tetap terpenuhi.
“Saya mengusulkan untuk sementara waktu distribusi MBG bagi tiga sekolah ini dialihkan ke dapur MBG lain yang lokasinya masih berdekatan. Jumlah sekolah yang terdampak tidak terlalu banyak, sehingga memungkinkan untuk dialihkan sementara sampai dapur di wilayah ini kembali beroperasi,” jelasnya.
Ia juga berencana berkoordinasi dengan staf teritorial Kodim guna melaporkan kondisi tersebut agar segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Menurutnya, asupan gizi bagi siswa tetap penting meskipun dalam suasana bulan puasa, karena berpengaruh terhadap kesehatan dan aktivitas belajar mereka di sekolah. (KP).
Laporan: Venti










