Mereka tidak punya banyak ruang untuk menyiasati kondisi. Upah yang stagnan membuat daya beli mereka kian tergerus.
Sementara itu, korporasi besar yang menguasai rantai distribusi justru bisa mengambil keuntungan dari fluktuasi harga.
Margin keuntungan tetap dijaga, bahkan ditingkatkan, karena permintaan kebutuhan pokok bersifat inelastis, tidak bisa begitu saja dihentikan meski harganya melambung.
Pemerintah pun terkadang bersikap ambigu, mengandalkan pasar untuk mengatur harga, tapi lambat dalam melindungi konsumen.










