NATUNA – Memadukan keunggulan akademik dengan pembentukan spiritual, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baburrahman di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, menetapkan program Tahfizul Qur’an sebagai fondasi utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Di bawah pengelolaan Yayasan Darul Islam Natuna, madrasah swasta ini berkomitmen membekali lulusannya dengan hafalan Al-Qur’an yang mumpuni di samping penguasaan ilmu umum.
Kepala Madrasah, Kholifatul Huda, S.Pd., menjelaskan bahwa pembiasaan menghafal telah menjadi rutinitas wajib bagi seluruh peserta didik.
“Sebelum pulang anak-anak dibiasakan untuk tahfiz dulu sebentar, karena kami menargetkan mereka untuk dapat dan mampu menghafal Al-Qur’an. Tujuannya agar ketika mereka lulus dari sini menguasai hafalan 30 juz,” jelas Kholifatul Huda saat diwawancarai koranprbatasan.com di ruang guru, Kamis, 11 Desember 2025.
Di bidang akademik, MTs Baburrahman telah mengadopsi Kurikulum Merdeka sebagai panduan utama proses pembelajaran. Kholifatul menekankan bahwa dalam kerangka kurikulum ini, guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan kontekstual, termasuk dalam penanaman nilai etika dan sopan santun.
“Di sini sudah pakai Kurikulum Merdeka, di mana guru dituntut untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Mereka diberikan materi, lalu dicontohkan. Misalnya, ‘Bagaimana cara menghormati guru? Bagaimana cara menghormati teman?’ Jadi, menghormati teman dan menghormati guru itu tidak sama. Takutnya nanti kalau disamakan, malah guru dijadikan seperti teman sebaya,” terangnya.
Dalam menunjang proses belajar, madrasah ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang cukup memadai dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi para siswa.
“Alhamdulillah kami belum menemukan kesulitan belajar yang signifikan, karena kami di sini sudah dibekali media belajar seperti papan tulis, layar digital, dan komputer-komputer,” ujar Kholifatul.
Sementara itu, kolaborasi dengan orang tua dinilai sangat baik dan transparan menjadikannya kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif dan mencegah miskomunikasi.
“Alhamdulillah ikatan guru dengan orang tua untuk menjaga dan membimbing anak sudah baik. Orang tua setuju, guru pun setuju, jika misalkan anak ada kesalahan, wajib ditegur. Kami tidak mau nanti setelah pulang, anak mengadu hal yang tidak terjadi di sekolah, malah menjadi berita yang melenceng,” katanya.
Kholifatul Huda menyatakan bahwa pihaknya sangat waspada dan menjaga agar tidak terjadi kasus perundungan (bullying) di lingkungan madrasah. Sosialisasi dampak buruk perundungan dilakukan secara berkelanjutan.
“Untuk pembullyan, kami sangat menjaga serta mengawasi dengan baik agar anak-anak tidak saling melakukan tindakan membully satu sama lainnya. Setiap hari kami berikan nasehat agar mereka jangan saling membully, karena hal itu bisa berakibat fatal. Kami terus mewanti-wanti. Tapi kalau sudah terlanjur, akan kami proses di internal sekolah terlebih dahulu,” tegasnya.
Di sisi lain, Kholifatul Huda mengungkapkan tantangan klasik yang dihadapi sekolah swasta yakni persoalan mengenai nasib kesejahteraan guru. Seluruh pengajar di MTs Baburrahman masih berstatus honorer, dengan sumber honorarium yang berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kami di sini masih honor semua, belum ada yang ASN. Jadi, kami menggunakan sebagian dana BOS sesuai anjuran pemerintah, untuk operasional guru. Selebihnya digunakan untuk operasional sekolah,” ucap Kholifatul Huda.
Sebagai penutup, Kholifatul Huda menyampaikan harapan yang tulus kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib madrasah dan sekolah swasta, yang memiliki tujuan sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa namun dengan sumber daya yang lebih terbatas.
“Untuk harapan kepada pemerintah kami mohon agar diperhatikan, sekolah-sekolah negeri semuanya sudah bersertifikasi dan terdapat penghasilan. Kami yang berasal dari sekolah swasta harus bangkit dari bawah. Operasional atau gajinya saja bergantung pada donatur yang dihimpun yayasan. Walaupun kami madrasah swasta, tapi sama-sama mendidik anak bangsa. Mohon diperhatikan juga,” harapnya.
Dengan fokus pada integrasi ilmu, iman, dan karakter, serta didukung oleh komitmen guru dan kolaborasi orang tua, MTs Baburrahman berupaya membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh status negeri atau swasta, melainkan oleh konsistensi visi dan ketulusan dalam mendidik generasi penerus bangsa. (KP).
Laporan : Nisa Andini
Editor : Dhitto










