KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Kebijakan Pajak dan Beban Hidup Rakyat Kecil: Siapa Sebenarnya yang Dikenai Pajak?

×

Kebijakan Pajak dan Beban Hidup Rakyat Kecil: Siapa Sebenarnya yang Dikenai Pajak?

Sebarkan artikel ini
Warga berpenghasilan rendah sedang berbelanja di pasar tradisional dengan harga barang yang mencantumkan simbol pajak, menggambarkan beban PPN dan cukai yang tidak proporsional terhadap rakyat kecil.
Ilustrasi rakyat kecil membayar kebutuhan pokok di pasar sambil dikenai PPN dan cukai, menggambarkan beban pajak regresif yang menekan ekonomi rumah tangga miskin.

Kondisi ini menciptakan ketimpangan fiskal laten. Negara tampak netral dalam mengenakan pajak tetapi dalam praktiknya justru menciptakan beban yang timpang. Dalam kerangka keadilan distributif, pajak semestinya digunakan untuk mengoreksi ketimpangan ekonomi. Namun jika struktur penerimaannya regresif, pajak malah memperkuat disparitas sosial.

Lebih jauh, kebijakan fiskal yang tidak adil memperlemah legitimasi negara di mata rakyat kecil. Ketika subsidi dicabut, tarif dasar dinaikkan dan harga barang pokok melambung tetapi pada saat yang sama pengampunan pajak (tax amnesty) diberikan kepada konglomerat, rasa keadilan publik tercederai.

Dampaknya bukan hanya ekonomi tetapi juga sosial dan politik. Ketidakpuasan terhadap beban pajak yang tidak adil dapat memicu apatisme fiscal bahkan resistensi. Ini dikenal dalam literatur keuangan publik sebagai fiscal moral erosion yaitu hilangnya kemauan warga untuk patuh membayar pajak karena ketidakpercayaan pada keadilan sistem.

📊 Views: 18
Baca Juga:  PAD Jadi Alasan Diskriminasi Anggaran di Perbatasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *