Sementara itu, mereka yang berada di lapisan ekonomi atas tetap mampu menyesuaikan gaya hidup, bahkan mungkin mengambil keuntungan dari situasi ini.
Inilah yang disebut sebagai ketimpangan struktural: ketika desain sistem ekonomi lebih berpihak pada akumulasi modal dan pertumbuhan dari sisi atas, tapi abai pada pemerataan di lapisan bawah. Skema bantuan sosial yang seringkali tidak tepat sasaran dan birokrasi rumit hanya memperparah keadaan.
Ketimpangan ini tidak hanya berdampak pada konsumsi harian, tetapi juga pada kualitas hidup jangka panjang. Akses terhadap pendidikan layak, layanan kesehatan berkualitas, dan kesempatan kerja yang adil makin jauh dari jangkauan mereka yang hidup di bawah garis cukup.
Solusi atas masalah ini bukan sekadar menambah jumlah bantuan sosial, melainkan membenahi struktur distribusi ekonomi. Kebijakan fiskal harus lebih progresif, dengan perpajakan yang adil dan pengalokasian anggaran yang lebih pro-rakyat.










