“Berawal dari stan pameran HUT TNI, Kopi 3 berkembang menjadi pelopor konsep kopi keliling di Natuna dengan sistem gerobak berjalan yang mendatangi langsung pusat-pusat keramaian masyarakat.”
Karyawan Kopi 3, Fiqri Ardiansyah, mengatakan Kopi 3 hadir sebagai pelopor usaha kopi keliling di Kabupaten Natuna. Bermula dari sebuah stan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada Agustus 2025, usaha tersebut kemudian berkembang menjadi gerobak kopi berjalan yang mulai beroperasi sejak November 2025 dan kini telah berjalan sekitar tujuh bulan.
NATUNA – Fiqri menjelaskan, ide menghadirkan Kopi 3 berawal dari hobi pemilik usaha yang gemar menikmati kopi. Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan konsep kedai kopi bergerak yang saat itu belum ada di Natuna.
“Awalnya ini memang ide dari bos besar saya yang hobi ngopi. Beliau melihat di Natuna belum ada konsep kopi keliling, sehingga muncul keinginan untuk membuat usaha yang bisa berpindah-pindah lokasi dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Fiqri kepada koranperbatasan.com, saat ditemui di kawasan Pantai Piwang, Ranai, Senin (6/7/2026).
Sebelum menggunakan gerobak motor, Kopi 3 pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat melalui stan pameran pada perayaan HUT TNI yang melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Setelah mendapat sambutan positif, konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi gerobak kopi keliling yang mulai beroperasi pada November 2025.
Menurut Fiqri, konsep kopi keliling dipilih karena memberikan keleluasaan dalam menjangkau pelanggan di berbagai lokasi tanpa harus bergantung pada satu tempat usaha.
“Kami menggunakan sistem gerobak berjalan. Jadi tidak hanya berjualan di Pantai Piwang. Kalau ada kegiatan masyarakat atau ada kapal Pelni yang sandar di Pelabuhan Penagi, kami langsung berpindah ke sana untuk melayani pelanggan dan mencari rezeki,” jelasnya.
Gerobak Kopi 3 beroperasi setiap hari mulai sore hingga malam, dengan jadwal libur setiap malam Senin.
Untuk menu, Kopi 3 menawarkan berbagai pilihan minuman kopi maupun nonkopi dengan harga yang terjangkau. Minuman dalam kemasan gelas dijual mulai Rp8.000 hingga Rp16.000 per cup.
Selain itu, tersedia pula kemasan botol yang dapat dibawa pulang dengan pilihan ukuran 250 mililiter seharga Rp35.000, 500 mililiter Rp65.000, dan satu liter Rp120.000. Harga tersebut menyesuaikan jenis kopi yang dipilih pelanggan.
Meski kini mulai bermunculan usaha kopi keliling lainnya di Ranai, Fiqri menilai persaingan berlangsung secara sehat dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.
Ia mengakui tingkat penjualan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, semakin baik aktivitas ekonomi daerah, semakin tinggi pula daya beli masyarakat terhadap produk UMKM.
“Penjualan kami sangat bergantung pada perkembangan ekonomi daerah. Kalau masyarakat memiliki penghasilan yang baik, tentu daya beli juga meningkat dan itu sangat berpengaruh terhadap omzet usaha kami,” katanya.
Ke depan, Kopi 3 berkomitmen terus mempertahankan konsep kopi keliling sebagai ciri khas usahanya sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami semoga Kopi 3 terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, dan omzet tetap stabil. Kami akan terus berkeliling mendatangi titik-titik keramaian agar masyarakat lebih mudah menikmati kopi kami,” pungkasnya.
Laporan: Dini










