EKONOMI PERBATASANKEUANGANNATUNAUMKM PERBATASAN

Cemerlang Cat Shop Jadi Rumah Pecinta Kucing dan Penyelamat Satwa Natuna

×

Cemerlang Cat Shop Jadi Rumah Pecinta Kucing dan Penyelamat Satwa Natuna

Sebarkan artikel ini
Tampak depan Cemerlang Cat Shop di Jalan Hang Tuah Air Lakon, Ranai, Natuna. Pada bagian tengah foto terlihat logo bulat berwarna merah dan kuning bertuliskan "Cemerlang Cat Shop" yang menyatu dengan tampilan toko. Toko menyediakan berbagai kebutuhan kucing, layanan AgenBRILink, mini ATM, serta perlengkapan hewan peliharaan.

“Berawal dari kecintaan terhadap kucing jalanan, Cemerlang Cat Shop berkembang menjadi pusat perlengkapan kucing sekaligus tempat penyelamatan dan adopsi kucing liar di Kabupaten Natuna.”

Pemilik Cemerlang Cat Shop, Eva Musyarofah, mengatakan usaha yang dikelolanya berawal dari sebuah toko sembako yang berdiri pada 2014. Seiring kecintaannya terhadap kucing, sekitar enam tahun terakhir ia memutuskan fokus mengembangkan usaha khusus perlengkapan kucing yang kini menjadi salah satu cat shop terlengkap di Kota Ranai.

NATUNA – Kecintaan Eva terhadap kucing tidak hanya diwujudkan melalui bisnis, tetapi juga melalui aksi nyata menyelamatkan kucing-kucing liar yang sakit maupun dibuang oleh pemiliknya.

Menurut Eva, ide membuka usaha makanan kucing muncul setelah banyak orang melihat aktivitasnya merawat kucing liar yang kerap diunggah melalui media sosial.

“Awalnya saya memang pecinta kucing, terutama kucing jalanan. Karena sering memposting kegiatan bersama kucing, banyak teman yang menyarankan supaya sekalian membuka toko makanan kucing. Alhamdulillah, sampai sekarang usahanya berjalan baik,” ujar Eva kepada koranperbatasan.com, Selasa (8/7/2026).

Cemerlang Cat Shop yang berlokasi di Jalan Hang Tuah, Air Lakon, Ranai, menyediakan berbagai kebutuhan kucing mulai dari makanan, pasir kucing, perlengkapan perawatan, hingga obat-obatan.

Untuk makanan kucing, tersedia berbagai merek dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp20.000. Produk yang paling banyak diminati pelanggan adalah makanan racikan (mix) yang disesuaikan dengan kebutuhan hewan peliharaan.

Sementara itu, pasir kucing tersedia dalam berbagai pilihan kemasan dengan harga Rp18.000, Rp35.000, Rp65.000 hingga Rp125.000.

Selain itu, pelanggan juga dapat memperoleh perlengkapan lain seperti litter box, sekop pasir, sampo khusus kucing, pembersih telinga, pembersih mata, vitamin, obat cacing, obat luka, hingga obat kutu dan scabies.

Baca Juga:  Ekonomi Lesu Tantangan Serius Pertumbuhan Balita di Natuna

Tidak hanya bergerak di bidang perlengkapan hewan, Cemerlang Cat Shop juga melayani transaksi keuangan non-tunai sebagai agen resmi BRILink.

Eva mengatakan seluruh produk yang dijual didatangkan langsung dari distributor di Jakarta. Ia mengaku sangat selektif terhadap kualitas produk, terutama masa kedaluwarsa makanan kucing.

“Saya sangat memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Kalau ada kemasan yang rusak sedikit saja langsung saya kembalikan. Rata-rata produk di sini masa kedaluwarsanya sampai tahun 2027 bahkan ada yang 2028. Saya ingin makanan yang dibeli pelanggan benar-benar segar dan aman,” tegasnya.

Di balik aktivitas bisnisnya, Eva juga dikenal aktif melakukan penyelamatan terhadap kucing-kucing liar yang ditemukan dalam kondisi sakit maupun terlantar.

Ia menegaskan bahwa tokonya tidak pernah menjual kucing. Sebaliknya, kucing-kucing yang berhasil diselamatkan akan dirawat hingga sehat sebelum diadopsikan secara gratis kepada masyarakat yang benar-benar bersedia memeliharanya.

“Kami tidak menjual kucing. Kalau ada kucing yang sakit atau dibuang orang, kami rawat dulu sampai sehat. Setelah itu baru kami berikan secara gratis kepada orang yang memang serius ingin memeliharanya. Bahkan setelah diadopsi, kami tetap memantau perkembangan kucing tersebut,” ungkapnya.

Eva mengaku selalu merasa sedih setiap kali melihat kucing dibuang sembarangan.

“Kalau melihat kucing dibuang tentu sedih. Kalaupun memang tidak bisa dipelihara lagi, sebaiknya dilepas di tempat yang ada makanannya. Jangan dibuang di semak-semak karena kasihan, bisa kelaparan atau bahkan dimangsa ular,” katanya.

Hingga kini, usaha yang dijalankannya terus berkembang berkat pelayanan yang ramah dan edukatif kepada pelanggan.

Eva berharap semakin banyak masyarakat Natuna yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, khususnya kucing liar.

“Harapan saya semoga usaha ini semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang menjadi pecinta kucing. Yang paling penting, semoga semakin banyak orang yang peduli dan menyayangi kucing-kucing terlantar,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dana Desa Mengalir, Kemandirian Tak Tumbuh: Ketika Transfer Fiskal Gagal Membebaskan Desa

Laporan: Dini


 

📊 Views: 68

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *